WILUJENG SUMPING..

DUH

Tampilkan postingan dengan label ADMINISTRASI PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADMINISTRASI PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

Ini Dia Draft Kurikulum 2013:

Ini dia draft Kurikulum 2013 yang baru ramai-ramainya diperbincangkan oleh dunia pendidikan kita, anda berminat untuk memilikinya? Draft kurikulum 2013 ini akan memberikan gambaran lebih luas lagi tentang rencana pengembangan Kurikulum 2013 yang digagas oleh Kemdikbud dan telah dipresentasikan di depan bapak Wapres dan bulan Desember 2012 ini sedang dalam proses uji publik.



Draft Kurikulum 2013 ini berbentuk file powerpoint berisi 72 slide, yang judulnya " Pengembangan Kurikulum 2013" tertanggal 13 November 2012.
Berisi :

  • Pengantar
  • Strategi Pengembangan Pendidikan
  • Rasional Pengembangan Kurikulum
  • Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum
  • Elemen Perubahan Kurikulum
  • Standar Kompetensi Lulusan
  • Struktur Kurikulum
  • Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
  • Faktor Pendukung Keberhasilan implementasi Kurikulum
  • Strategi Implementasi
  • Jadwal
Anda berminat untuk membacanya lebih lanjut? silahkan jalankan presentasi dibawah ini yang di-embed dari slideshare. Untuk mengunduh silahkan klik disini atau di link dibawah tayangan presentasi ini. Silahkan


Senin, 15 Juli 2013

Program Wakasek Bid. Humas SMP Negeri 2 Cibalong

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

          Penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berupa desentralistik, maka hal ini berdampak pula terhadap reorientasi Visi dan Misi Pendidikan Nasional yang di dalamnya menyangkut pula tentang Standar Pengelolaan Sistem Pendidikan Nasional yang berimbas pula pada Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, Pendanaaan, dan Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional.
          Hal-hal yang tersebut di atas, terutama dilandasi dengan sifat desentralistik itu sendiri, mengingat kondisi geografis, sosial-kultural, dan ekonomi setiap wilayah yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih optimal, efektif, efisien dan berhasil, memerlukan keterkaitan berbagai elemen yang ada.
           Implementasi otonomi terhadap lembaga pendidikan terwujud dalam School Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah. Dikarenakan Manajemen Berbasis Sekolah ini adalah upaya kemandirian, kreativitas sekolah dalam peningkatan kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam peningkatan mutu melalui kerjasama atau pemberdayaan pemerintah dan masyarakat, maka diperlukan pula administrasi pendidikan di bidang hubungan sekolah dengan masyarakat.

B. Fungsi dan Tujuan Humas SMP Negeri 2 Cibalong
    1. Fungsi
          Fungsi pokok hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya serta publik khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada SMP Negeri 2 Cibalong. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan program-programnya. Sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut :
a. Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.
b. Memelihara hubungan baik dengan komite sekolah.
c. Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan  
    organisasi nasional.
d. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam tehnik  
    komunikasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).
2. Tujuan
         Hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun dengan tujuan popularitas SMP Negeri 2 Cibalong di mata masyarakat. Popularitas SMP Negeri 2 Cibalong akan tinggi jika mampu menciptakan program-program sekolah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dan cita-cita bersama dan dari program tersebut mampu melahirkan sosok-sosok individu yang mapan secara intelektual dan spiritual. Dengan popularitas ini sekolah eksis dan semakin maju. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut:
a. Memberi penjelasan tentang kebijaksanaan penyelenggaraan sekolah, situasi dan perkembangannya.
b. Menampung saran-saran dan pendapat-pendapat dari warga sekolah dalam hubungannya dengan  
    pembinaan dan pengembangan sekolah.
c. Dapat memelihara hubungan yang harmonis dan terciptanya kerja sama antar warga sekolah sendiri.

C. SASARAN
  • Humas SMP Negeri 2 Cibalong sebagai penghubung dari pihak sekolah dengan masyarakat selalu  dipelihara dengan baik karena sekolah akan selalu berhubungan dengan masyarakat, tidak bisa lepas darinya sebagai partner sekolah dalam mencapai kesuksesan sekolah itu sendiri. Prestise sekolah semakin tinggi di mata masyarakat jika sekolah mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkepribadian dan mampu  
  •  mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dalam memajukan masyarakat.
  • Terciptanya hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau pihak-pihak tertentu di luar organisasi tersebut, agar mendapatkan dukungan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara sadar dan sukarela.
  • untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensukseskan program-program di SMP Negeri 2 Cibalong.

D. TUGAS POKOK HUMAS SMP NEGERI 2 CIBALONG
Wakil Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
  2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
  3. Membantu Kepala Sekolah mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.
  4. Membantu Kepala Sekolah dalam mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan yang berhubungan dengan pelaksanaaan kepada masyarakat sebagai akibat dari komunikasi timbal balik dengan pihak luar yang ternyata menumbuhkan harapan untuk penyempurnaaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.
  5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
  6. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
  7. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
  8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Humas secara berkala.



BAB II
PROGRAM KERJA WAKASEK HUMAS
SMP NEGERI 2CIBALONG

A. Dasar
  1. UU RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS;
  2. UU No 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah Pasal 11 Ayat 2;
  3. PP RI No 19 Tahun 2005 Tentang SNP Bab VIII Standar Pengelolaan Pasal 49 Ayat 1;
  4. PP No. 29 Bab XI pasal 27 ayat 1;
  5. Kalender Pendidikan SMP Negeri 2 Cibalong Tahun Pelajaran 2013/2014
  6. SK Kepala SMP Negeri 2 Cibalong tentang pembagian tugas guru sebagai Wakil Kepala Sekolah Tahun Pelajaran 2013/2014.
B. Jenis Kegiatan
1. Kegiatan Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:
(1) Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui perantara media tertentu seperti misalnya: informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, Internet/Website Sekolah. penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.
(2) Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan komite sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.
b. Kegiatan Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga SMP Negeri 2 Cibalong yang bersangkutan yaitu para Guru, Staf Tata Usaha, dan Siswa. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:
(1) Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papan pengumuman di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui mass media; dan kegiatan pentas seni.
(2) Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan.
C. Bentuk Operasional Humas SMP Negeri 2 Cibalong
(1) Di bidang Sarana Akademik
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian, karya ilmiah (lokal, nasional, internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan perpustakaan atau PSB, Sumber belajar yang mutakhir serta teknologi instruksional yang mendukung PBM, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.
(2) Di bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum, kantor dan sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.
(3) Di bidang Sosial
Partisipasi SMP Negeri 2 Cibalong dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat.
(4) Kegiatan Karya Wisata
Sebagai sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti membawa spanduk serta atribut sekolah sampai keluar daerah menyebabkan nama SMP Negeri 2 Cibalong dapat dikenal lebih luas sampai luar daerah. Bahkan tertib sopan santun para siswanya di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.
(5) Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Kegiatan Olah raga dan Kesenian yang merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan membawa nama harum SMP Negeri 2 Cibalong.
(6) Menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM, demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan untuk kepentingan SMP Negeri 2 Cibalong.
(7) Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional hubungan sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi serta kemampuan pihak-pihak terkait.
D. Program Khusus Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas SMP Negeri 2Cibalong
1. Melakukan relasi sosial dengan komite sekolah dan masyarakat serta pemerintah dalam bentuk kerjasama dua arah berkaitan dengan pendidikan
2. Terjalinnya hubungan baik dengan komite sekolah dan masyarakat serta pemerintah
3. Melakukan relasi sosial dengan pihak sekolah terutama SD dan MI terutama dalam upaya penerimaan siswa baru
4. Terjalinnya hubungan baik dengan SD, MI terutama daerah kecamatan Padang Selatan.
5. Melakukan relasi sosial dengan pihak media massa terutama untuk membangun citra positif dan pemberian informasi yang aktif dan proporsional
6. Pemasangan berbagai informasi dan dokumentasi kegiatan sekolah melalui papan pengumuman, radio, televisi dan internet
7. Pertemuan Rutin Keluarga besar SMPN 2 Cibalong dalam bentuk pengajian dan reunian
8. Bekerjasama dengan darmawanita, menjalin hubungan baik dengan guru, karyawan beserta keluarga dan komite sekolah
9. Bekerja sama dengan OSIS, membuat ID Card dan majalah dinding yang lebih menarik secara berkala
10. Menerbitnya bulletin sekolah setiap satu kali setahun dengan oplah lebih dari 100 eksamplar
11. Penerbitan selebaran dakwah yang berisi himbauan dan ajakan dalam momen tertentu yang bernilai religius
12. Melakukan studi banding ke madrasah/ sekolah yang memeliki kontribusi ke lembaga pendidikan atau dunia pendidikan
13. Mengadakan lomba siswa antar kelas setiap satu kali setahun
14. Mengadakan pemilihan guru teladan versi siswa setiap satu kali setahun
15. Mengadakan pemilihan siswa teladan setiap satu kali setahun
16. Mendata dan membentuk ikatan alumni (ILUNI) SMP Negeri 2 Cibalong
17. Mengembangkan Website Sekolah
E. Faktor Pendukung
Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat di SMP Negeri 2 Cibalong bisa berjalan baik apabila di dukung oleh beberapa faktor yakni:
1. Adanya program dan perencanaan yang sistematis.
2. Tersedia basis dokumentasi yang lengkap.
3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan alat sarana serta dana yang memadai.
4. Kondisi organisasi sekolah yang memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
F. Sumber Dana
1. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
2. Sumbangan orangtua siswa.

BAB III
PENUTUP
Demikian program yang dapat kami susun dengan segala kemampuan kami yang ada, namun demikian kami percaya bahwa masih banyak kekurangannya Hal tersebut terjadi karena memang keterbatasan kami. Oleh karena itu kami mohon maaf yang stingi-tingginya atas kesalahan dan kekurangan tersebut serta mohon kritik dan saran agar program untuk tahun yang akan datang dapat lebih baik lagi




Mengetahui,                                                                                            Padang, Juli 2012
Kepala SMP Negeri 2 cibalong                                                              Wakasek Urusan HUMAS


dto                                                                                                          dtt


  ABU SOPYAN,S.Pd                                                               TITANG NURDIN, S.Pd
NIP.                                                                                            NIP. 19721501 20080011 003

Kamis, 09 Mei 2013

PEDOMAN PENULISAN SOAL UTS DAN UKK

PEDOMAN/KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA
Kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti pe­nulis agar soal yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. Soal yang memiliki mutu baik adalah soal yang mampu menjaring informasi yang diperlukan dan ber­fungsi secara optimal. Kaidah-kaidah penulisan soal meliputi segi materi, kon­strnksi soal dan segi bahasa.
A.     Segi materi
1.      Soal harus sesuai dengan indikator, artinya soal harus menanyakan peri­laku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
2.      Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
3.      Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang benar atau paling benar, ar­tinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban, bila terdapat be­berapa jawaban yang benar, kunci jawaban adalah jawaban yang paling benar.
B.     Segi Konstruksi
1.      Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas, artinya kemampuan/materi yang hendak diukur atau ditanyakan harus jelas, tidak menimbul­kan pengertian atau penafsiran yang berbeda dengan maksud soal dan hanya mengandung satu permasalahan untuk setiap nomor. Bahasa yang dipergunakan harus komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh siswa.
2.      Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pemyataan yang diperlukan saja, artinya rumusan atau pemyataan yang sebetulnya ti­dak diperlukan tidak perlu dicantumkan.
3.      Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar, artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, frase atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
4.      Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pemyataan yang dimaksud.
5.      Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan pada pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan harus berfungsi.
6.      Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, artinya adanya ke­cenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang, karena sering­kali jawaban yang yang lebih panjang lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.
7.      Pilihan jawaban tidak boleh mengandung pernyataan . Semua pilihan jawaban di atas “benar” atau    “Semua pilihan jawaban di atas salah”.
8.      Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasar­kan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya. Pengu­rutan angka dilakukan dari nilai angka paling kecil ke nilai angka paling besar atau sebaliknya, dan pengurutan waktu berdasarkan kronologis waktunya. Pengurutan ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam melihat pilihan jawaban.
9.      Gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal ha­rus jelas dan berfungsi, artinya apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh siswa. Apabila soal tersebut dapat dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal berarti gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya tersebut tidak berfungsi.
10.  Butir soal jangan tergantung pada jawaban butir soal sebelumnya, keter­gantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal beri­kutnya.
C.     Segi Bahasa
1.      Setiap butir soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2.      Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah tertentu), bila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau nasional.
3.      Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian, letakkan kata atau ftase tersebut pada pokok soal.



KAIDAH PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN DAN PRAKTIK
Kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti pe­nulis agar soal yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. Soal yang memiliki mutu baik adalah soal yang mampu menjaring informasi yang diperlukan dan ber­fungsi secara optimal. Kaidah-kaidah penulisan soal meliputi segi materi, kon­struksi soal dan segi bahasa.
A.     Segi materi
1.      Soal harus sesuai dengan indikator, artinya soal harus menanyakan peri­laku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
2.      Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.
3.      Isi materi harus sesuai dengan pengukuran.
4.      Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas.
B.     Segi Konstruksi
1.      Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti mengapa, urai­kan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggu­nakan kata tanya yang tidak menuntut jawaban uraian, misalnya siapa, di mana, kapan, dan lain-lain.
2.      Rumusan kalimat soal harus komunikatif, yaitu menggunakan bahasa yang sederhana dan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal siswa, serta baik dan benar dari segi kaidah Bahasa Indonesia, jangan menggunakan kata atau kalimat yang dapat menimbulkan salah pengertian atau dapat menimbulkan penafsiran ganda.
3.      Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
4.      Buatlah pedoman penskoran segera setelah soalnya ditulis dengan cara menguraikan komponen yang akan dinilai atau kriteria penskorannya, besarnya skor bagi setiap komponen, serta rentangan skor yang dapat di­peroleh untuk soal yang bersangkutan.
5.      Hal-hal lain yang menyertai soal seperti gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus disajikan dengan jelas, berfungsi dan terbaca, artinya tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan juga harus bermakna.
C.     Segi Bahasa
1.      Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
2.      Rumusan butir soal jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah tertentu), bila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau nasional.
3.      Rumusan soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mempertimbangkan segi budaya dan tidak menggunakan kata-kata atau kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
PEDOMAN PENSKORAN
Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang:
a.       batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian obyektif.
b.      tuliskan kemungkinan-kemungkinan jawaban.
c.       kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran ter­hadap soal bentuk uraian non-obyektif.

Senin, 29 Oktober 2012

Peta Materi PAI kelas 6

Kelas 6

Peta Materi - Kelas 6 - Bahasa Indonesia

Kelas 6

Peta Materi - Kelas 6 - PKn

Kelas 6

Peta Materi - Kelas 6 - Matematika

Kelas 6

Sabtu, 20 Oktober 2012

Materi Pokok > Kelas 5 > Matematika

 Keliling dan Luas Lingkaran
Image Lingkaran adalah suatu garis lengkung yang kedua ujungnya dan semua titik yang terletak pada garis lengkung tersebut mempunyai jarak yang sama jauh terhadap suatu titik tertentu.
 Sudut
Image Di sekitar kita banyak di jumpai benda-benda yang memiliki bagian yang berupa lingkaran. Dapatkah kalian menyebutkan di antaranya ? Ya antara lain uang logam, roda, kaleng susu, dan meja.
 Luas Trapesium dan Layang-layang
Image Bangun datar trapesium dan layang-layang banyak kita jumpai di sekitar kita. Sebagai contoh atap rumah berbentuk trapesium. Mainan layang-layang yang sering kita mainkan merupakan contoh bentuk bangun layang-layang. Luas atap
 Volume Kubus dan Balok
Image Bangun ruang kubus dan balok banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kotak minuman, kotak kado, kontainer, lemari, tempat pensil, bak mandi, dan dadu merupakan contoh benda-benda berbentuk kubus dan balok
 Jaring-jaring Kubus dan Balok
Image Perhatikan gambar ruang keluarga tersebut memiliki beberapa sisi ruang diantaranya sisi kiri dan sisi kanan sebagai dinding,kemudian sisi bawah sebagai sisi alas dan sisi atas dapat dikatakan sebagai sisi tutup.Sisi
 Satuan Jarak dan Kecepatan
Image Surya : Dit, jarak rumahmu ke sekolah berapa kilometer kira – kira? Adit : Jarak rumahku ke sekolah 2 km. Adit : Kalau jarak rumahmu berapa ? Surya : Jarak
 Pengukuran Sudut
Image Materi Pembelajaran kali ini kalian akan mempelajari tentang Pengukuran sudut. Bagaimana pendapatmu tentang gambar yang tampak? Gambar lemari tersebut jika di gabungkan akan membentuk sebuah sudut siku – siku.

Peta Materi - Kelas 5 - Pendidikan Agama Islam

Kelas 5

Peta Materi - Kelas 5 - Pendidikan Jasmani


Kelas 5