WILUJENG SUMPING..

DUH

Tampilkan postingan dengan label ALAM KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALAM KU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Fanorama Air Terjun

curug orok,garut,air terjun,jawa baratCurug orok berada di Jl. Raya Bungbulang Desa Cikandang Kecamatan Cikajang, 35 km dari Ibu Kota Kabupaten Garut dan sangat mudah untuk ditempuh. Foto ini merupakan Juara Favorit kategori Panorama dan Lanskap Priangan Timur kontes foto "Pesona Priangan Timur."

Jumat, 23 November 2012

Rabu, 10 Oktober 2012

Pembentukan Hujan

ya mur(2)Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..
 
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.
 
Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
 
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
 
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
 
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)
Bulut uisl_indPara ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
 
TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
 
TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
 
TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)
 
Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.

Rabu, 03 Oktober 2012

Darimana Asal Pelangi?



Siapa yang tidak kenal rainbow cake. Booming-nya kue ini menginspirasi kesekolah.com untuk mengulas tentang fenomena warna-warni ini. Tapi kesekolah.com bukan mau membahas fenomena kue ya....yang mau diulas adalah fenomena rainbow yang sebenarnya. Yes, pelangi! Ada yang tahu pelangi itu berasal darimana? Atau terbuat dari apa? Sedikit banyak pasti sudah tahu ya, karena teman-teman sudah belajar di sekolah.

Kita ulas lagi yuks asal-usul terbentuknya lengkung indah di langit ini!

Menurut Wikipedia, Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

Kalau dirumuskan, pelangi merupakan hasil pembiasan dan pemantulan sinar matahari oleh butiran-butiran air/hujan. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi spektrum warna. Cahaya berwarna ini dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Makanya kita akan bisa melihat pelangi, pada saat hujan atau sesudah hujan, atau di sekitar air terjun. Posisi matahari harus berada di belakang kita.

Mata kita yang sanggup menyerap warna mejikuhibiniu yang dikandung cahaya matahari akan melihatnya menjadi pita besar warna warni membujur di langit. Pita ini terlihat sebagai busur di langit karena terbatasnya sudut pandang mata kita. Kalau dilihat dari tempat tinggi seperti saat kita naik pesawat, pelangi bisa berbentuk satu lingkaran bulat lho!

Pengen bikin pelangi kecilmu sendiri? Coba deh berdiri membelakangi matahari sambil kamu bikin hujan buatan dengan menyemprotkan air dari selang! Pencet selangnya serapat mungkin, biar semprotan airnya kencang dan butir airnya kecil ya. Lihat deh, pasti kamu akan menemukan bias warna-warni!

Kita nikmati yuk berbagai macam rupa pelangi yang kata orang menjadi simbol harapan itu!

Uploaded by fotoviva on feb 23, 2012

Uploaded by hats-off on May 21, 2005

Uploaded by jagoda69 on Aug 17, 2005

Uploaded by lilyr on April 6, 2005

Uploaded by XxCutie on June 11, 2005

Minggu, 22 Juli 2012

Alamku


Pesona Pantai Selatan Garut (1) : Gunung Geder, Manalusu, Cikandang, Karang Tepas


Wilayah selatan Garut merupakan dataran rendah yang memiliki garis pantai yang cukup panjang dan berbatasan dengan Samudera Indonesia. Wilayah ini menyimpan segudang keindahan alam yang sangat menakjubkan namun sebagian besar dari keindahan tersebut belum di ketahui banyak orang.

Kita mungkin sudah mengenal indah nya pantai di Pameungpeuk atau Rancabuaya yang saat ini menjadi primadona tujuan wisata di selatan Garut, tetapi apakah anda pernah mendengar mengenai Pantai Taman Manalusu, Karang Tepas atau Sodong Parat ? Saya yakin banyak dari anda masih asing dengan nama-nama tersebut, sebagian tempat-tempat tersebut memang masih tersembunyi di balik bukit atau ladang, jangan kan papan petunjuk, jalan setapak pun kadang sulit ditemukan.

Sudah lama saya ingin berbagi mengenai keindahan Pantai Selatan Garut, karena kebetulan daerah ini merupakan kampung halaman saya. Desember 2010 yang lalu saya berkesempatan untuk menjelajah kembali Pantai Selatan Garut dari mulai Cikelet di sebelah timur hingga Rancabuaya di sebelah barat. Ingin tahu lebih jauh mengenai Pantai Selatan Garut? Mari ikuti jejak dan arah petualangan saya.

Pantai Gunung Geder

Pemberhentian pertama saya adalah di Pantai Gunung Geder. Pesona di pantai ini adalah pasir putih dan lanscape pantai-nya yang lurus landai.

View dari saung
Jalan menuju bibir pantai

Sejumlah fasilitas sudah tersedia di tempat ini namun masih kosong dan sepi. Ketika memasuki bibir pantai nampak belum terawat dengan baik, banyak ranting yang terbawa ombak berserakan disana-sini mungkin akan lebih baik jika sampah ini dibersihkan.
Kesan yang saya rasakan untuk pantai ini adalah pantai yang asli seperti belum terjamah oleh manusia.

Ranting-ranting yang terbawa ombak
Pantai Gunung Geder

Pantai Taman Manalusu

Perjalanan saya lanjutkan ke arah barat melalui jalan raya lintas selatan menuju Pantai Taman Manalusu. Namanya terdengar asing tidak seperti nama-nama pantai lain di daerah Garut yang biasanya terdengar sunda, konon nama ini diambil dari nama Karl Manalusu Tambunan yang menemukan pantai ini dan membuatnya menjadi taman pantai.

View ke arah barat
Selain panorama alam nya, pantai ini memiliki bunga karang dan rumput laut yang tumbuh di sepanjang bibir pantai pada kedalaman tertentu sehingga di sebutlah sebagai taman pantai.

Tidak hanya bunga karang dan rumput laut saja, Pantai Taman Manalusu juga kaya dengan ikan hias. Ikan hias ini tidak perlu di cari jauh sampai ke tengah laut, ikan-ikan ini ada di sela-sela karang yang terhampar sepanjang pantai. Ikan-ikan ini terbawa gelombang pasang dan terjebak di karang-karang ketika air laut menyusut.

Hamparan batu dan karang
Bersih jernih
Ikan hias biasanya ada dalam sela-sela karang ini

Suasana di Pantai Taman Manalusu terasa sejuk karena banyak terdapat pepohonan yang rindang. Disini juga banyak rumah-rumah penduduk sehingga tidak terlalu sepi seperti di Pantai Gunung Geder.

Bermain bola di sisi pantai dan pohon rindang

Sungai Cikandang

Sungai Cikandang merupakan salah satu sungai yang cukup besar, saya melintasi nya dalam perjalanan menuju Karang Tepas dari Pantai Taman Manalusu. Sungai ini beberapa kali telah digunakan untuk ber-arung jeram, uniknya arung jeram Sungai Cikandang adalah kita bisa terus mengayuh hingga bibir pantai.

Jembatan Cikandang
View ke arah utara

Karang Tepas

Tujuan selanjutnya adalah Karang Tepas, tempat ini hanya bisa diakses melalui jalan setapak, saya beberapa kali bertanya kepada warga sekitar karena tidak ada petunjuk arah dari jalan utama.

Jalan menuju Karang Tepas

Karang Tepas sungguh menakjubkan, saya serasa sedang berada di depan geladak kapal yang sedang menerjang ombak. Tepas dalam bahasa sunda berarti teras depan rumah dan memang Karang Tepas seperti teras yang menghadap lautan lepas. Sebagian warga sekitar sering menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk memancing ikan.

View dari atas
View dari jalan masuk
View samping kiri 
View samping kanan
View belakang
View samping kiri belakang
Karang Tepas


 Pantai Selatan Garut (2) : Karang Sebrotan, Sodong Parat, Cicalobak

Sunset di Pantai Cicalobak
Setelah Karang Tepas perjalanan saya lanjutkan menuju Karang Sebrotan.

Karang Sebrotan

Disebelah barat Karang Tepas terdapat sebuah karang lagi yang oleh warga setempat di sebut Karang Sebrotan, nama Karang Sebrotan di ambil karena ombak yang menghantam karang ini seperti menyemprot ke atas karang.

Karang Sebrotan
Karang Tepas terlihat dikejauhan
Anak-anak memancing ikan
Tempat bermain anak-anak yang ekstrim
Rumah Burung Walet
Sodong Parat

Dari Karang Sebrotan ke arah barat kita akan melihat satu objek lagi yaitu Sodong Parat. Objek ini merupakan sebuah karang besar dan di bawahnya terdapat lubang yang tembus dari sisi satu ke sisi lainnya atau dalam bahasa sunda biasa di sebut parat.
View Sodong Parat dari Karang Sebrotan
Sodong Parat ada di bawah sini
Jalan turun ke Sodong Parat
Seperti kepala hewan ?
Sodong Parat dari sisi barat
Sodong Parat dari sisi timur
hmmm.. ?
Jalan kembali
Pantai Cicalobak

Pantai Cicalobak adalah best spot dalam trip saya kali ini, saya mendapatkan moment view yang sangat indah dari mulai terang, mendung, hujan hingga sunset benar-benar luar biasa, lokasi nya tidak jauh dari Sodong Parat dan berada tepat di samping jalan raya lintas selatan menuju Rancabuaya dari arah Cijayana.


Pantai Cicalobak merupakan teluk kecil dengan batu karang di samping kiri kanan nya, karena menjorok ke darat ombak lautnya tidak terlalu besar dan air nya pun dangkal sehingga relatif aman untuk berenang.

Garis awan mendung
cicalobak