PENDAHULUAN
Pernahkah kamu bayangkan betapa luas alam semesta tempat
kita tinggal? Mungkin kamu memang belum banyak tahu tentang hal
itu. Kalaupun pernah, kamu tentu masih sangat sulit membayangkan
betapa besar ukuran alam semesta ini. Akan kami terangkan seberapa
besar alam semesta ini dengan menggunakan suatu contoh. Seberapa
jauhkah jarak yang dapat kamu bayangkan? Jarak antara batas kota
tempat kamu tinggal mungkin tampak begitu besar bagimu. Anggap saja
kamu sedang melintasi seluruh jalan-jalan di kotamu, dari timur
ke barat, dan kamu akan terkagum-kagum oleh keluasannya. Mungkin
diantara kalian ada yang pernah bepergian ke kota lain yang jauh
jaraknya. Tapi, camkan satu hal! Meskipun kamu pergi mengelilingi
dunia, tetap saja masih sulit untuk membantumu membayangkan betapa
luas alam semesta ini. Karena ukuran bumi hanyalah sebesar debu
jika dibandingkan dengan ukuran alam semesta yang teramat sangat
luas ini.
Mungkin kamu terkejut, tapi memang itu kenyataannya;
planet bumi hanyalah sebutir debu jika dibandingkan dengan luas
seluruh alam semesta.
Sebuah
mobil kecil diletakkan di atas bola yang menggelinding di
lantai. Pernahkah kamu memikirkan bagaimana kita berdiri di
atas bumi kita ini?
|
Anak-anakku! Sekarang bayangkan tentang bumi
kita, sebutir debu di alam semesta yang tak terhingga. Setiap hari
kamu bangun di rumah yang berada diatas bola bulat ini. Jalanan
menuju sekolahmu-pun dibangun di atasnya.
Sekarang coba pikirkan! Jika kamu meletakkan mobil-mobilan di atas
sebuah bola yang kamu pegang, dapatkah ia terus berada disana? Tentu
saja tidak. Namun saat ini kamu menghabiskan seluruh hari-harimu
di atas planet yang bulat ini, bermain dan bergembira bersama kawan-kawan
tanpa tergelincir!
Sekarang, pikirkan tentang matahari. Bagaimana bisa kamu menghangatkan
diri, dan dari manakah cahaya itu bisa datang tanpa bola api kuning
tersebut? Akankah kamu dapat pergi berenang dan mandi? Akankah kamu
dapat berekreasi bersama keluarga atau kawan-kawan sekelasmu? Pasti
tidak bisa! Kamu tidak akan mampu melakukan apapun, karena tanpa
matahari tidak akan ada kehidupan di atas bumi. Bahkan tidak hanya
tanam-tanaman, pepohonan, burung, serangga dan binatang peliharaan
yang kamu sayangi saja, tapi juga Ibu, Ayah, kawan-kawan, saudara-saudara,
dan bahkan dirimu sendiri tak akan pernah ada jika tanpa adanya
matahari.
Kedua
contoh mengenai bumi dan matahari tadi menunjukkan betapa penting
benda-benda angkasa beserta sifat-sifatnya bagi kehidupan kita.
Akan kami tunjukkan banyak contoh-contoh serupa yang menarik di
dalam buku ini. Kamu tentu harus berbagi tentang apa yang kamu pelajari
ini kepada ibu, ayah, keluarga, dan teman-temanmu. Mereka pun akan
senang untuk mempelajari hal-hal yang merangsang pikiran tersebut.
Ketika kamu membaca buku ini, kamu akan melihat bahwa Allah yang
menciptakan kita, telah menciptakan alam semesta ini beserta seluruh
isinya. Kamu pun akan melihat bahwa Allah telah menciptakan bulan,
matahari, bumi dan seluruh isi alam semesta agar kita dapat hidup
dengan nyaman dan menyenangkan, dan sebagai ujian dan cobaan bagi
kita.
Kini, ayo kita mulai perjalanan menakjubkan menjelajahi alam semesta.
BAB 1: PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana alam
semesta yang tak berujung ini dapat muncul? Bagaimana bisa bumi,
matahari, bulan serta bintang-bintang yang berukuran sangat besar
tersebut terjadi? Apakah kamu tahu bahwa alam semesta ini penuh
dengan benda-benda menarik seperti halnya bumi, bulan dan matahari?
Tahukah kamu bahwa ada suatu keseimbangan di alam semesta ini yang
menjadikannya tepat bagi kehidupan?
Mari kita mulai mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, dan
bagaimana Allah menciptakan alam semesta ini.
Ketika Alam Semesta Belum Ada!
Pada jaman dahulu kala, pengetahuan manusia mengenai
alam semesta sangatlah terbatas. Peralatan untuk meneliti angkasa
tidaklah secanggih sekarang. Karenanya, kadangkala manusia berpikir
yang aneh-aneh tentang munculnya alam semesta. Pendapat bahwa alam
semesta itu ada dan selalu ada merupakan yang paling “lucu”.
Sebelum manusia memiliki teleskop dan peralatan lain untuk mengamati
angkasa, banyak yang mengatakan dengan sekehendak hatinya bahwa
alam semesta ini tak memiliki permulaan, namun telah ada dan akan
terus ada selamanya.
Kenyataan
bahwa ada seorang pemahat yang merancang dan membuat patung
ini mengingatkan kita bahwa pasti ada seorang perancang yang
membuat kita, dan tak ada sesuatu pun yang terjadi dengan
sendirinya.
|
Tentu saja itu tidak masuk akal! Rumah dan juga
sekolahmu dibangun pada suatu waktu tertentu. Bahkan tulisan yang
sedang kamu baca ini pun ditulis pada suatu waktu tertentu. Seperti
halnya kamu, ibu dan ayahmu memiliki hari lahir. Berarti segala
sesuatu baik benda hidup maupun tidak, muncul pada waktu tertentu.
Pernyataan “alam semesta tidak memiliki asal mula, karena
ia selalu ada”, sangatlah menggelikan. Tak seorangpun mempercayai
pernyataan tersebut sekarang.
Kami akan memberimu sebuah contoh: suatu pagi kamu berjalan ke sekolah,
anggap kamu memalui jalan lain dan menemukan sebuah patung. Apa
yang kamu pikirkan? Tentu kamu akan berpikir, “seorang pemahat
telah membuat patung tersebut dan menaruhnya disitu,” benarkah
demikian? Bagaimana kalau ada seorang kawanmu yang berkata, ”Tidak,
patung ini selalu ada di sini, tidak ada seorangpun yang memahatnya.”?
Mungkin kamu akan berkata padanya, “Jangan bercanda! Setiap
karya seni pasti ada yang membuat!” Iya kan?
Orang-orang yang menganggap bahwa alam semesta ini selalu ada memiliki
pikiran yang lebih menggelikan daripada kawanmu yang mengatakan
bahwa patung itu memang selalu ada di sana. Sebuah patung hanyalah
batu yang dipahat, sedangkan alam semesta memiliki banyak sekali
benda-benda langit dan sistem yang jauh lebih rumit dan ruwet daripada
sebongkah batu.
Berkat
penemuan astronomi, semakin jelas pula kesalahan pernyataan bahwa
alam semesta selalu ada. Penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa,
sebagaimana benda lainnya, alam semesta pun memiliki asal mula.
Orang pertama yang membuktikan bahwa alam semesta memiliki awal
mula adalah seorang astronom yang bernama Edwin Hubble. (Ingat ya,
astronom adalah orang yang mempelajari ruang angkasa, bintang, dan
galaksi). Pada suatu hari di tahun 1929, dengan menggunakan teleskop
berukuran raksasa, ia mendapati bahwa bintang-bintang itu bergerak.
Gerakan mereka bukanlah pergerakan yang biasa. Bintang-bintang terus
menerus bergerak menjauhi kita. Selain itu, mereka juga bergerak
saling menjauh satu dengan lainnya. Bila segala sesuatu yang ada
di dalam alam semesta bergerak saling menjauh satu sama lain berarti
alam semesta terus-menerus bertambah besar.
Belum genap seratus tahun manusia memahami hal tersebut. Sekarang,
semua ilmuwan sepakat bahwa bintang-bintang bergerak saling menjauh
satu sama lain sebagaimana mereka juga bergerak menjauhi bumi.
Pergerakan
bintang-bintang tersebut memberikan informasi yang sangat penting
mengenai penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa bintang-bintang
saling menjauh satu dengan yang lainnya menunjukkan bahwa dahulu
kala mereka itu saling berdekatan. Menurut para ilmuwan, 15 milyar
tahun yang lalu alam semesta merupakan suatu titik tunggal sebesar
ujung jarum. Alam semesta kita ini muncul ketika titik kecil tadi
meledak.
Sekarang ayo kita tuliskan apa saja yang telah kita ketahui:
Bintang-bintang terus-menerus bergerak;
Bintang-bintang selalu bergerak menjauhi kita;
Jika kita dapat memutar mundur waktu, kita akan melihat bahwa bintang-bintang
tersebut akan terus saling mendekat. Hingga akhirnya seluruh alam
semesta berkumpul dalam suatu titik.
Jika kita lanjutkan terus, titik tersebut akan menghilang.
Berarti alam semesta muncul dari sesuatu yang tidak ada: Allah telah
menciptakannya.
Mungkin kamu akan lebih memahami makna “ketiadaan” dengan
menjawab tiga pertanyaan sederhana berikut ini:
1. Berapa usiamu setahun yang lalu?
Kamu mungkin menjawab “setahun lebih muda.”
2. Jika kamu menghitung mundur usiamu dari tahun ke tahun, umur
berapa yang terakhir kamu dapatkan?
Jawabanmu pastilah “satu.” Setahun setelah kelahiranmu,
kamu berusia satu tahun. Ketika kamu dilahirkan tentunya kamu belum
memilioki usia. Jadi bisa dianggap sebagai “usia ke nol.”
3. Pikirkan sejenak tahun sebelum kamu dilahirkan! Berapa usiamu
saat itu? Dimana kamu saat itu?
Seharusnya kamu jawab dengan mengatakan, “Aku tidak ada di
sekitar itu.”
Kamu tidak ada sebelum ibumu hamil.
 
Jika
kita kembali ke masa lalu, gambaran dirimu akan terus menuju
arah yang berlawanan hingga suatu ketika kamu tidak ada.
|
Jika kita juga memutar mundur waktu untuk badanmu,
kamu akan tahu bahwa badanmu pun akan hilang diakhir putaran waktu.
Setiap kita kembali ke masa lalu, badanmu akan mmengecil dan menjadi
lebih kecil lagi, sampai akhirnya kamu menjadi seorang bayi dalam
rahim ibumu. Jika kita teruskan lagi, kamu akan sampai pada saat
di mana ibumu belum hamil.
Jadi, alam semesta tidak ada sebelum diciptakan oleh
Allah. Jika kita memutar mundur waktu, alam semesta akan menjadi
lebih muda. Ia akan mengecil, hingga berupa sebuah titik kecil tak
berarti dan akhirnya lenyap. Semua itu menandakan bahwa alam semesta
telah “diciptakan.”
Sementara itu, ayo kita mengingat kembali kata “penciptaan”
yang kita pakai untuk menjelaskan munculnya sesuatu menjadi ada
dari ketiadaan. Hanya Allah yang mampu menjadikan sesuatu dari ketiadaan.
Jadi, hanya Allah yang mampu “menciptakan” sesuatu.
Manusia juga mampu membuat suatu benda yang sebelumnya tak ada.
Misalnya, mereka bisa melukis suatu gambar. Mereka bisa membuat
kapal. Namun sebenarnya manusia dapat membuat sesuatu itu dengan
menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia di bumi dan dengan mencontoh
apa-apa saja yang telah ada di bumi. Karena itu, kita tak bisa menyebutnya
sebagai “penciptaan.” Penciptaan adalah menjadikan sesuatu
“ada” dari sesuatu yang “tiada” tanpa contoh
sebelumnya. Allah telah menciptakan segala sesuatu di alam semesta
ini, termasuk bumi, dari sesuatu yang tak ada.
Dapatkah kamu menggambar sesuatu
yang belum pernah kamu lihat? Hal ini tidak mungkin, karena
hanya Allah yang dapat menciptakan sesuatu tanpa contoh sebelumnya.
Bahkan benda-benda yang dibuat oleh para seniman dari pikiran
mereka sebenarnya dibuat dari benda-benda yang sudah mereka
lihat.
|
Manusia mencontoh apa saja yang telah diciptakan
Allah, bahkan ketika manusia melukis sesuatu. Jika kamu diminta
menggambar pemandangan diatas kertas, apa yang akan kamu gambar?
Tentunya kamu akan menggambar matahari, gunung, pohon-pohon hijau,
pelangi dan lautan. Bagaimanapun, pernahkah kamu berpikir bahwa
tak mungkin kamu menggambar sebatang pohon jika kamu belum pernah
melihatnya? Bayangkan tentang seseorang yang telah buta sejak lahir.
Ia hanya tahu bahwa matahari itu bulat dan terang, jika seseorang
menjelaskan kepadanya. Ia hanya akan memiliki gambaran tentang sesuatu
jika ia melihatnya.
Anak-anak yang baik! Sebagaimana contoh-contoh yang telah diperlihatkan,
hanya Allah-lah yang memiliki kekuatan untuk menciptakan sesuatu
tanpa contoh sebelumnya. Alqur’an, Kitab Allah yang dikirimkan
bagi seluruh umat manusia sebagai pedoman, mengatakan pada kita:
Dialah Pencipta langit dan bumi … (QS. Al-An’am:101)
Sekarang, saatnya kita belajar, bagaimana Allah menciptakan
alam semesta. Kamu harus bersungguh-sungguh mendengarkan bagaimana
suatu peristiwa besar terjadi.

BIG
BANG DAN MENGEMBANGNYA ALAM SEMESTA
Kamu telah mengetahui bahwa milyaran tahun silam
alam semesta ini hanyalah berupa titik kecil. Sekarang waktunya
kita pelajari bagaimana titik kecil ini mulai mengembang secara
tiba-tiba.
Barangkali kamu menonton film kartun di TV.
Biasanya, dalam film-film itu sang musuh menghalau sang pahlawan
dan sang pahlawan berusaha keras agar dapat lolos. Satu hal yang
sering dilakukan adalah dengan menggunakan dinamit. Misalnya, musuh
Bug Bunny meletakkan dinamit di rumahnya, atau musuh Road Runner
yang meletakkan dinamit di jalan yang akan dilaluinya. Dalam setiap
kejadian, para pahlawan itu berusaha lolos dari ledakan itu dengan
cara yang luar bisa.
Sekarang
coba lihatlah ledakan itu. Misalkan, sang pemburu menangkap Bug
Bunny dengan meletakkan dinamit di dalam rumah bawah tanahnya. Apa
yang terjadi saat meledak? Tanah berhamburan dan butiran-butirannya
saling menjauh satu sama lain, benar bukan?
Sebelum ledakan, tanah itu menyatu. Akan tetapi, butir-butiran tanah
kecil tiba-tiba berpencar dan saling menjauh satu sama lain setelah
ledakan itu terjadi.
Bermilyar-milyar tahun yang lalu, alam semesta terjadi setelah adanya
suatu ledakan. Pecahan yang jumlahnya amat banyak pun muncul bersama
dengan ledakan ini. Bagian pecahan tersebut saling menjauh dan berhamburan,
sebagaimana butiran kecil tanah yang berhamburan tadi. Akhirnya
terbentuklah alam semesta dengan segala isinya.
Ledakan tersebut, yang merupakan awal dari penciptaan alam semesta
oleh Allah, kemudian disebut Big Bang. Ketika ledakan raksasa ini
terjadi, alam semesta mulai tumbuh dan mengembang terus-menerus
hingga sekarang.
Sebelum melangkah lebih jauh, ayo kita ingat kembali
apa saja yang sudah kita ketahui:
1. Pada awalnya tidak ada Alam Semesta;
2. Alam semesta muncul setelah ledakan suatu titik kecil;
3. Setelah ledakan tersebut, terdapat banyak sekali terdapat pecahan-pecahan
yang akhiernya membentuk alam semesta kita, kemudian pecahan-pecahan
itu mulai bergerak saling menjauh satu sama lain;
4. Alam semesta mengembang karena semua benda-benda di dalamnya
terus bergerak saling menjauh satu sama lain.
Semua ini adalah bukti kekuatan Allah yang tak terbatas. Bahkan
jika semua orang di dunia ini berkumpul bersama, mereka tak akan
pernah bisa sekalipun membuat tiruan terburuk alam semesta. Bahkan
jika semua bahan yang ada di bumi dikumpulkan, tetap saja manusia
tidak mampu meniru ledakan sedahsyat Big Bang. Segala kekuatan adalah
milik Allah Yang Menciptakan segala sesuatu. Dengan terus membaca
buku ini, kamu akan lebih mengerti luasnya alam yang Allah ciptakan
dengan kearifan dan kekuatanNya.
KETERATURAN YANG MUNCUL DARI SUATU LEDAKAN

Ledakan
bom membinasakan segala sesuatu yang ada di dekatnya. Setelah
ledakan, tak ada satu pun struktur teratur yang menjadi ada
karena kebetulan.
|
Anakku, bila kamu bayangkan, maka tak ada ledakan
yang menghasilkan keteraturan. Sebaliknya, sebuah ledakan merusak
keteraturan yang telah ada, bahkan membahayakan segala sesuatu yang
ada di sekitarnya. Bom dengan daya ledak tinggi akan meruntuhkan
gedung menjadi tak berbentuk. Bom terkuat di dunia adalah bom atom.
Ketika dijatuhkan, bom ini akan menghancurkan seluruh kota yang
menjadi sasarannya.
Kekuatan ledakan Big Bang jauh lebih kuat daripada milyaran bom
atom. Sebaliknya, ternyata Big Bang justru menghasilkan sebuah keteraturan
yang sangat sempurna. Bumi ini, yang dirancang dengan sangat baik
agar sesuai dengan kebutuhan kita, juga terjadi setelah ledakan
itu.
Bagaimana bisa Big Bang menghasilkan suatu keteraturan yang sempurna?
Istana pasir dalam gambar ini
tak dapat terbentuk karena kebetulan setelah adanya ledakan.
Demikian pula, setelah Big Bang, planet Bumi dengan segala
benda hidup yang ada di atasnya tidak dapat terjadi dengan
sendirinya, tanpa campur tangan Allah Ta’ala.
|
Allah menciptakan alam semesta dari ketiadaan dengan
ledakan besar tersebut. Dengannya, Allah menciptakan alam semesta
dengan keteraturan yang sempurna.
Jawaban selain itu adalah salah. Misalnya, adalah tidak rasional
untuk mengatakan bahwa keteraturan itu terjadi secara kebetulan
setelah ledakan terjadi. Coba perhatikan penjelasan berikut ini:
Apa yang akan terjadi dengan pasir pantai jika sebuah bom dijatuhkan
disana? Butir-butiran pasir akan berhamburan kesana kemari, benar
begitu? Bagaimana menurutmu jika seseorang mengatakan ada sebuah
istana yang terbentuk karena ledakan dahsyat di pantai?
Kamu mungkin akan menganggapnya tidak waras atau sedang membual.
Sama halnya dengan orang yang menganggap bahwa alam semesta muncul
dengan sendirinya adalah orang gila. Terlalu banyak terdapat hal-hal
terperinci, seperti kesetimbangan dan keteraturan yang sempurna
dalam alam semesta yang sangat luas ini, yang jauh lebih rumit daripada
sebuah istana pasir.
Jadi, keteraturan yang sempurna di alam semesta ini membuktikan
bahwa alam semesta tidaklah terjadi dengan sendirinya. Setiap keteraturan
dan kesetimbangan yang ada merupakan bukti dari kearifan Allah Maha
Luas.
AL QUR’AN MEMBERITAHU KITA TENTANG
ALAM SEMESTA
Allah menurunkan Kitab Suci Al Qur’an bagi manusia.
Al Qur’an memberikan informasi paling akurat tentang segala
hal. Karena setiap yang tercantum di dalam Al Qur’an merupakan
Firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. Namun, ketika Al
Qur’an diturunkan, ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum
secanggih sekarang. Bahkan, hingga saat ini, tak seorang pun mampu
membuat penelitian mengenai semua hal-hal yang tercantum dalam Alqur’an.
Meskipun demikian, saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah
sangat maju. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan seluruhnya sesuai dengan
yang tercantum dalam Alqur’an. Alqur’an mengabarkan
pada kita bahwa langit dan bumi –alam semesta- dahulu merupakan
satu kesatuan, tapi kemudian Allah memisahkannya. Dalam Alqur’an,
fakta ilmiah ini digambarkan sebagai berikut:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwa langit dan bumi itu bahwasannya langit dan bumi itu dahulunya
adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya
…. (Surat al-Anbiya': 30)
Mari
kita cermati ayat tersebut:
Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk
ruang angkasa.
Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang
padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya
bersatu padu.
Akhirnya, pernyataan ”kemudian Kami pisahkan
antara keduanya” menjelaskan bahwa alam semesta menjadi berkeping-keping
dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini membuktikan dua fakta penting:
Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar.
Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an,
sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Dalam Bab ini, kita lihat bahwa Allah menciptakan alam
semesta ini dari ketiadaan. Kini, bersiaplah untuk mulain menjelajahi
alam semesta, yang menunjukkan betapa Tak Terbatasnya Pengetahuan
dan Kekuatan Allah.
BAB 2: ALAM SEMESTA
Pada
bab ini kita akan menyinggahi planet-planet dan benda-benda angkasa
yang lain. Matahari, bulan, dan bumi adalah yang paling kita kenal
diantara semuanya. Sebenarnya masih banyak lagi benda angkasa yang
tidak bisa kamu lihat.
Bayangkanlah film kartun atau film-film mengenai angkasa luar! Di
film tersebut nampak bahwa angkasa di atas awan penuh dengan bintang,
planet, dan meteorit. Semuanya merupakan benda langit. Milyaran
benda langit berkumpul bersama-sama membentuk kumpulan sistem bintang
yang dinamakan galaksi. Semua benda langit sangatlah besar. Bumi
kita teramat kecil dibandingkan benda angkasa lain. Namun, bumi
sudah cukup besar untuk dihuni manusia, binatang, gunung-gunung,
lautan, dan segala sesuatu yang dapat kamu bayangkan.
Sekarang ayo kita teruskan perjalanan ke kumpulan sistem bintang,
yaitu galaksi yang didalamnya terdapat milyaran bintang..
GALAKSI
Galaksi terdiri dari milyaran bintang-bintang.
(Bintang merupakan benda langit seperti halnya matahari. Namun bumi
dan bulan bukan bintang). Terdapat sekitar tiga trilliun bintang
dalam galaksi yang terbesar. Pada umumnya setiap galaksi berisi
200 hingga 300 milyar bintang, sementara galaksi kecil memiliki
100 milyar bintang.
Sekarang cobalah berpikir sejenak: apa artinya satu milyar untukmu?
Jika kamu meletakkan dua nol setelah angka satu, akan menjadi 100.
Jika kamu menambahkan satu nol lagi maka ia akan menjadi 1000. Tambahkan
satu nol lagi, dan kamu memiliki angka 10,000 (sepuluh ribu). Dapatkah
kamu berhitung sampai 10.000? Kamu pasti bisa, walau tentunya sangat
lama. Tapi, kita masih belum mencapai angka satu milyar. Sekarang
kita tambahkan dua nol lagi untuk 10,000. Sekarang menjadi 1,000,000
(satu juta). Kita baru sampai pada sedikit sekali jumlah bintang-bintang
dalam sebuah galaksi. Namun, jika kamu menambahkan tiga nol lagi
setelah 1,000,000, maka sampailah kita pada angka 1,000,000,000
(satu milyar). Dapatkah kamu berhitung sampai 1,000,000,000? Berhitung
sampai satu milyar akan menghabiskan waktu beberapa dekade, satu
dekade sama dengan sepuluh tahun.
Kini
kita hampir mencapai jumlah bintang-bintang dalam galaksi. Jika
kamu letakkan dua nol lagi setelah angka 1,000,000,000, ia akan
menjadi 100,000,000,000 (seratus milyar). Ini adalah jumlah bintang
didalam galaksi yang paling kecil.
Sudahkan terbayang olehmu mengenai ukuran alam semesta? Jika kamu
menghabiskan hidupmu hanya untuk berhitung, tetap saja kamu masih
akan gagal untuk menghitung semua bintang di angkasa. Allah, sang
Pencipta alam semesta, telah menciptakan ruang angkasa yang tak
terbayangkan luasnya olehmu dari sesuatu yang tak ada, dan Allah
selalu mengawasi setiap titik di jagat raya ini. Allah mengetahui
dan melihat semua yang ada di dalam alam semesta ini, berikut segala
sesuatu yang terjadi di dalamnya. Al Qur’an menjelaskan Kekuatan
Allah yang tak terbatas ini sebagai berikut: :
... Allah mengetahui apa-apa
yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah maha
Kuasa atas segala sesuatu. (Surah Al 'Imran: 29)
Sekarang ayo kita coba kembali untuk mempelajari galaksi
lebih lanjut.
Dalam setiap galaksi terdapat pusat galaksi. Di sekeliling pusat
galaksi terdapat lengan yang berputar dengan kecepatan yang luar
biasa. Lengan ini terdiri atas bintang-bintang, gas dan awan debu.
Galaksi, dengan pusat galaksi dan lengannya, menjadi benda langit
yang terbesar di angkasa. Benda langit ini juga membentuk gugusan
galaksi. Didalamnya terdapat ribuan galaksi. Selanjutnya, gugusan-gugusan
galaksi tersebut membentuk kumpulan gugusan benda langit. Gugusan-gugusan
ini semakin besar dan terus membesar.
Sekarang perhatikan apa saja yang telah kita ketahui:
Galaksi terdiri atas milyaran, bahkan trilliunan bintang-bintang;
Setiap galaksi memiliki pusat galaksi;

Galaksi
memiliki lengan yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan awan
debu yang berputar mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan tinggi.
Galaksi-galaksi secara bersama-sama membentuk gugusan galaksi. Bahkan
terdapat hampir ribuan galaksi yang membentuk gugusan tersebut.
Gugusan-gugusan galaksi juga bersama-sama membentuk gugusan-gugusan
lagi.
Ingatlah bahwa sebuah galaksi kecil memiliki 100 milyar
bintang-bintang yang besarnya belum tentu sebesar matahari. Selain
itu, terdapat planet yang besar dan kecil seperti halnya bumi kita
yang berputar mengelilingi bintang-bintang tersebut.
Sekarang coba perhatikanlah. Dapatkah milyaran bintang berkumpul
bersama dengan teratur secara kebetulan? Dapatkah bintang-bintang
memunculkan sebuah keteraturan yang memungkinkannya bergerak tanpa
bertabrakan dengan benda-benda langit lainnya (misalnya bumi kita
dengan planet-planet yang lain)?
Nyatanya tidaklah demikian. Semua memperlihatkan bahwa perputaran
dan pergerakan bintang-bintang dengan kecepatan tinggi tanpa bertabrakan
dengan benda langit lainnya sejak saat pertama keberadaanya merupakan
tanda dari keberadaan Alah Sang Pencipta, Sang Perencana, Sang Pengatur,
Yang Mengatur Alam Semesta. Allah telah membuat jalur bagi setiap
planet, bintang, dan komet di angkasa. Mereka semua berada di jalurnya
masing-masing tanpa bertabrakan dengan yang lainnya.
Sekarang mari kita lanjutkan petualangan kita ke galaksi kita sendiri.
Bima Sakti
Bumi kita berada di dalam galaksi yang bernama Bima
Sakti yang ukurannya sangat besar. Sebagaimana galaksi lainnya,
Bima Sakti juga memiliki pusat galaksi. Mungkin kamu masih ingat
apa yang disebut sebagai pusat galaksi seperti yang sudah kita bahas
dibagian sebelumnya. Bintang-bintang yang terdapat di bagian tengah
merupakan bintang-bintang yang sangat tua dab berwarna merah atau
kuning. Sedangkan yang berada di lengan galaksi masih berusia muda
dengan suhu tinggi dan berwarna biru. Selain itu, gas dan awan debu
juga terdapat di lengan ini.

  
SaTanda panah menunjukkan letak planet
Bumi dalam Milky Way. 
|
Bima Sakti berbentuk spiral; kenyataannya, bentuk
galaksi ini menyerupai “Setir Mobil”. Ia memiliki lengan
dari pusatnya ke arah luar. Ada empat lengan. Salah satunya dinamakan
“Hunter Arm”. Kumpulan planet yang disebut “Tata
Surya” berada di lengan ini, dan bumi kita merupakan salah
satu planet yang berada di dalam kelompok ini.
Sistem Tata Surya kita terletak sedikit lebih jauh dari setengah
lengan yang keluar dari pusat spiral galaksi. Matahari (dan sistem
tata surya kita) berevolusi mengelilingi pusat galaksi, dan menyelesaikan
perjalanannya mengelilingi galaksi setiap 220 milyar tahun lebih.
Bima Sakti yang sangat besar ini telah berbentuk dan bergerak seperti
saat ini selama milyaran tahun. Meskipun semua bintang berevolusi
dengan kecepatan luar biasa, mereka tetap berada di jalurnya masing-masing.
Walaupun demikian, mustahil bintang-bintang itu membentuk diri atas
kemauan mereka sendiri. Juga mustahil bagi mereka untuk mencapai
kesepakatan; menetapkan lintasan yang tepat dan bergerak secara
teratur. Juga mustahil jika aturan yang mengatur bintang-bintang
ini terbentuk dengan sendirinya. Bayangkan batu-batu di tamanmu!
Dapatkah batu-batu itu mengambil keputusan dan berkata, “Biarkan
sebagian dari kami berada di tengah dan sebagian lagi pada jari-jari,
untuk kemudian berputar mengelilingi taman itu?“ Apakah kamu
akan percaya apabila ada yang mengatakan bahwa batu-batu itu telah
saling bicara tentang hal ini? Tentu saja tidak. Dengan demikian,
mengatakan bahwa Bima Sakti terbentuk secara kebetulan dan bintang-bintang
mulai bergerak menurut kemauan mereka sendiri akan menjadi sama
lucunya dengan cerita batu-batu di taman tadi. Ingatlah bahwa benda
langit adalah benda mati yang tak memiliki kesadaran seperti halnya
batu-batu di taman.
Tak ada selain kekuasaan Allah yang mampu menciptakan milyaran bintang
raksasa di alam semesta dengan teratur. Allah menciptakan mereka
beserta aturanNya untuk setiap mereka. Mereka membuktikan Kekuasaan
dan Pengawasan Allah atas alam semesta. Karenanya, setiap informasi
yang kita pelajari mengenai alam semesta ini mengingatkan kita pada
keberadaan Allah Yang menciptakan alam semesta. Demikianlah, Allah
pun memperlihatkan kepada kita Kearifan dan Ilmu-Nya yang tak terhingga..
Sekarang, mari kita amati bintang-bintang.
BINTANG
Bintang dan planet terbentuk melalui pemadatan gas
dan debu di angkasa yang disebut “nebula”. Karenanya,
nebula, sumber dari benda-benda angkasa, memiliki peran terpenting
di alam semesta. Nebula tidak memiliki cahaya sebagaimana bintang-bintang.
Sehingga sangat sulit untuk melihatnya. Mereka terlihat hanya jika
gas didalamnya keluar memancarkan cahaya atau jika mereka memantulkan
cahaya bintang. Kita juga dapat melhatnya ketika mereka melewati
suatu sumber cahaya.

Dilihat
dari kejauhan, kita melihat bintang-bintang dalam bentuk segilima
maupun segienam. Sebenarnya, bintang-bintang itu bundar, seperti
matahari kita.
|
Bintang memancarkan panas, cahaya, dan energi.
Selain dari bintang-bintang berukuran kecil, terdapat pula bintang
yang berukuran sangat besar. Ternyata matahari bukanlah sebuah bintang
besar; masih banyak sekali bintang yang lebih besar darinya.
Baiklah, tahukah kamu bahwa bintang juga memiliki jangka hidup?
Bintang bukan makhluk hidup, namun ia seperti makhluk hidup yang
dilahirkan, hidup, dan kemudian mati.
Telah kita ketahui, bintang-bintang terlahir di dalam nebula. Kehidupan
sebuah bintang besar seringkali berakhir dengan sebuah ledakan dahsyat,
bahan penyusunnya berhamburan ke segala arah. Dari serpihan-serpihan
itu, akan muncul bagian-bagian yang akan membentuk bintang atau
planet yang lebih kecil. Matahari dan planet-planet di dalam Tata
Surya termasuk bumi kita terbentuk setelah adanya ledakan dahsyat
sebuah bintang raksasa di masa lalu.
Sekarang, ayo kita jelajahi Tata Surya kita dan melihat seperti
apakah dia!
SISTEM TATA SURYA
Dalam
Tata Surya, terdapat sembilan planet besar dengan 61 satelit dan
asteroid yang tak terhitung jumlahnya, semuanya berevolusi mengelilingi
satu bintang yang bernama matahari. Matahari terletak di pusat Tata
Surya.
Sembilan planet ini, yang merupakan bagian dari Solar system (Tata
Surya), saling berevolusi mengelilingi matahari dalam sebuah keteraturan.
Mari kita ingat kembali nama-nama planet dari yang terdekat dengan
matahari: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus,
Neptunus, dan Pluto. Jadi, bumi kita adalah planet ke-tiga dari
matahari.
Setiap planet di Tata Surya memiliki ciri-ciri yang
berbeda. Suhu pada beberapa planet cukup tinggi untuk meleburkan
sesuatu. Sedangkan ada diantaranya yang permukaannya tertutup oleh
es. Beberapa planet hampir seluruhnya terdiri atas gas. Bahkan beberapa
planet berukuran kecil seperti bulan.
Terdapat
hubungan yang sangat harmonis antara satelit dengan induknya. (Dalam
astronomi, induk adalah sesuatu yang benda lain berkeliling terhadapnya.
Matahari adalah induk dari bumi, bumi adalah induk dari bulan).
Planet menarik satelit-satelitnya. Satelit juga mengimbangi tarikan
tersebut. Tanpa kesetimbangan tersebut, satelit akan menumbuk planet
atau pecah dan menghilang angkasa.
Singkatnya, jika bulan berotasi lebih lambat, ia akan tersedot bumi
dengan kecepatan sangat tinggi. Ini akan menjadi akhir kehidupan
bumi. Dan jika ia berotasi lebih cepat, ia akan menjauh dari bumi
dan tak menjadi satelit bumi lagi.
Sekarang mari kita amati matahari, pusat Tata Surya kita.
Matahari
Matahari adalah benda langit terbesar di Tata Surya.
Ia terdiri atas gas yang sangat panas dan berpijar. Setiap detik,
terjadi ledakan diseluruh permukaannya, matahari sendiri merupakan
bom nuklir yang sangat besar. Ledakan di permukaannya sama dengan
energi yang dipancarkan oleh jutaan bom atom. Mereka menghasilkan
kobaran-kobaran api yang besarnya 40 hingga 50 kali besar bumi.
Matahari bagaikan bola api yang memancarkan panas dan cahaya yang
sangat kuat dari permukaannya. Jika tidak ada matahari, sepanjang
hari akan gelap, dan permukaan bumi akan tertutup es. Yang pasti,
tidak akan ada kehidupan di bumi ini.

Suhu
permukaan matahari adalah 6,000°C (11,000°F), sementara
itu suhu intinya 12,000,000°C (21,600,000°F).
|
Ruang angkasa (ingatlah kembali film mengenai ruang
angkasa) adalah tempat yang gelap, sangat luas, dan kosong. Bumi
kita adalah salah satu benda langit di dalamnya, dan tak tidak ada
satupun yang cukup dekat untuk menerangi dan memanaskan bumi kita.
Sinar matahari sangatlah terang. Mungkin kamu pernah
mencoba menatap matahari di siang yang cerah. Setelah beberapa detik,
matamu akan merasa silau bukan? Karena cahayanya yang sangat terang,
menatap matahari secara langsung sangat berbahaya bagi mata. Demikian
pula berjemur di terik matahari dalam waktu lama di musim panas
juga berbahaya. Beberapa bagian kulit kita akan terbakar, dan hanya
bisa disembuhkan oleh dokter. Terutama di musim panas, matahari
sangatlah panas. Tetapi, jarak matahari jutaan kilometer jauhnya
dari bumi kita, dan hanya seper dua ribu dari panas matahari yang
sampai di bumi.
Jika
suhu bumi cukup panas meskipun jarak matahari dan bumi sangat jauh,
dapatkah kamu bayangkan panasnya matahari?
Para ilmuwan sudah memperkirakan besarnya. Namun, kita tidak akan
mampu membayangkannya dengan mencoba membandingkannya dengan suhu
benda-benda yang kita kenal di bumi. Anggap suhu permukaan matahari
adalah 6,000°C (11,000°F). Di bagian tengahnya bisa mencapai
12,000,000°C (21,600,000°F). Tak ada benda panas mana pun
di bumi yang dapat dibandingkan dengannya. Tanganmu sulit menyentuh
air yang panasnya 50°C (120°F). Bahkan pada cuaca yang panas,
suhunya hanya sekitar 40–50°C (105-120°F). Contoh
ini menunjukkan bahwa Allah mengatur dengan sangat tepat jarak antara
bumi dengan matahari. Jika matahari sedikit saja lebih dekat dengan
kita, segala sesuatu di bumi ini akan layu dan kering karena panasnya
dan berubah menjadi abu. Sebaliknya, jika ia sedikit lebih jauh,
segala sesuatu akan membeku. Tentu saja, tidak akan ada kehidupan
pada keduanya.
Jika matahari lebih dekat ke bumi,
planet kita menjadi terlalu panas. Semua kesetimbangan yang
rumit ini berada di bawah pengendalian Allah.
|
Daerah kutub, yang sedikit menerima panas matahari,
selalu tertutup oleh es. Sedangkan daerah katulistiwa, dimana sinar
matahari yang diterima jauh lebih banyak, selalu panas. Allah telah
menciptakan daerah tersebut sebagai contoh untuk kita. Daerah lainnya
lebih sesuai untuk hidup manusia. Hal ini menunjukkan karunia Allah
kepada kita. Karena, jika Allah tidak menentukan jarak antara bumi
dengan dan matahari dengan tepat, kita akan lebih sulit untuk hidup
di bumi. Bahkan bisa jadi tak ada lagi kehidupan.
Sebagaimana yang telah dijelaskan, Allah menciptakan
Matahari dan Bulan dengan sangat sempurna agar manusia dapat hidup
di planet ini. Dala Al Qur’an, Allah memberitakan bahwa matahari
dan bulan bergerak atas perintah Allah:
Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang
(sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy,
dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga
waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan
tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu)
dengan Tuhanmu. (Surat ar-Ra'd: 2)
Gaya Tarik Gravitasi Matahari
Benda langit yang tak terhitung jumlahnya bergerak
teratur secara sempurna tanpa saling bertubrukan karena Allah menempatkan
mereka ke dalam orbitnya dengan tepat. Orbit adalah lintasan sebuah
planet atau komet ketika berevolusi terhadap matahari. Tak satu
pun planet yang berhenti mengikuti lintasan ini kecuali hilang di
angkasa raya. Semua ini karena planet-planet mengalami gaya gravitasi
matahari. Ketika kamu membaca tulisan ini, bumi kita bergerak dalam
orbitnya dengan kecepatan 108,000 kilometer (700,000 mil ) per jam
mengelilingi matahari. Penjelasan berikut mungkin dapat membantumu
membayangkan kecepatannya yang dahsyat: kecepatan maksimal sebuah
mobil kira-kira 200 kilometer (125 mil) per jam. Artinya kecepatan
rotasi bumi mengelilingi matahari adalah 540 kali kecepatan mobil.
Contoh lain adalah sebuah peluru bergerak 1,800 kilometer (1,100
mil) per jam. Kecepatan rotasi bumi mengelilingi matahari adalah
60 kali kecepatan peluru.
Keseimbangan ang rumit telah diciptakan oleh Allah, dan pengawasan-Nya
meliputi segala sesuatu, sehingga kita dapat berjalan dan
berlari di atas planet ini tanpa kesulitan.
|
Karena tingginya kecepatan bumi, gaya tarik gravitasi
matahari menjadi sangat penting. Jika matahari mengurangi kekuatan
gravitasinya, kita akan melayang-layang di angkasa bersama bumi
kita. Hal ini akan mengakhiri keberadaan bumi…
Di sisi lain, jika matahari menambah besar gaya gravitasinya, bumi
kita akan tersedot oleh matahari dan melebur. Tentunya kita pun
akan musnah. Selain itu, gaya tarik gravitasi matahari juga menjaga
planet-planet dalam lintasan/orbit yang benar sehingga terhindar
dari tabrakan antar sesamanya. Namun, pernahkah kamu bayangkan bagaimana
matahari menarik planet-planet tersebut?
Jawabannya sangat jelas. Adalah Allah Sang Pencipta, Yang Agung
dalam Keperkasaan-Nya, Yang menciptakan dan senantiasa memelihara
keseimbangan ini.
Selain itu, tidak hanya matahari yang memiliki gaya tarik gravitasi.
Planet-planet di Tata Surya juga memiliki gaya gravitasi sendiri-sendiri.
Misalnya, gaya gravitasi bumi terhadap bulan. Karena gaya gravitasi
ini, bulan terus berada pada jarak tertentu. Karenanya, bumi tidak
bertabrakan dengan bulan. Tak diragukan, Allah dengan KekuasaanNya
yang maha luas telah mencegah Bulan menimpa Bumi.
Ada gaya gravitasi lain yang mirip dengan matahari, yang khusus
dirancang untuk kehidupan manusia. Ia adalah gaya gravitasi bumi
yang memberi kita berat badan. Gaya gravitasi, yang kita ketahui
sebagai berat badan kita, membuat kita tetap berada di muka bumi
dengan kemampuan berjalan dan berlari dengan mudah tanpa melayang
ke angkasa.
Bayangkan sebuah bola di tanganmu. Apa yang terjadi ketika kamu
melepaskannya? Bola itu jatuh, bukan? Karena gaya gravitasi menariknya
ke tanah. Namun, jika kamu tinggalkan bola itu di angkasa raya,
bola itu tak akan jatuh karena gaya gravitasi disana lebih kecil.
Oleh karena itu, keberadaan gaya gravitasi yang lebih besar di bumi
sangat penting bagi kita.
Masih ada satu hal penting lain mengenai gravitasi: Gravitasi tidak
boleh melebihi ataupun kurang dari yang seharusnya. Jika kurang,
kamu akan berjalan di udara, dan tak mampu menyentuh lantai dengan
kakimu. Kamu tak akan bisa bergerak seperti yang kamu mau; kamu
selalu melayang dari satu tempat ke tempat lain, akan memantul ketika
melangkah dan menjejakkan kaki di langit-langit. Jika gaya gravitasi
lebih besar, kamu tak akan mampu berjalan karena kamu terperosok
ke dalam tanah. Maka, kamu hanya akan bisa merangkak pelan sepanjang
jalan.
Saat ini, yang terjadi tidaklah demikian; Allah telah menentukan
kekuatan gaya gravitasi yang tepat bagi kita.
Contoh berikut mungkin akan membantu kamu memahaminya: bulan, seperti
halnya bumi, juga memiliki gaya gravitasi. Namun, gaya tarik gravitasi
ini lebih kecil dari pada yang dimiliki oleh bumi. Karena itu, kamu
tidak mungkin dapat bertahan di bulan. Kamu mungkin pernah menyaksikan
di TV bagaimana seorang astronot berjalan di bulan. Dapatkah kita
terus hidup dengan cara demikian? Tentu saja tidak.
Sekarang marilah kita lanjutkan perjalanan kita dengan mengunjungi
planet-planet yang berada di dalam wilayah pengaruh gravitasi matahari.
PLANET
Telah disebutkan sebelumnya bahwa planet adalah benda
langit yang berevolusi mengelilingi bintang. Dibagian ini, akan
kita amati planet-planet di tata surya dimana bumi kita berada.
Jika kita menganggap bahwa tata surya adalah lingkaran, matahari
tepat di tengahnya.

Pluto
adalah planet di lingkaran terluar. Pluto adalah planet terkecil
dan terjauh dari matahari. Sangat sulit mengamati planet ini, bahkan
teleskop Hubble hanya mampu menunjukkan sekilas permukaannya. Planet
ini sungguh merupakan tempat yang dingin. Suhunya sekitar -238°C
(-396°F) .Di musim dingin, ketika suhu permukaan bumi sekitar
-2 atau -3°C (28 atau 26°F), maka akan membeku. -238°C
(-396°F) adalah 100 kali lebih dingin daripada suhu bumi terdingin
untuk kita bisa hidup walau sulit. Kedinginan itu akan mengakhiri
hidup kita. Dari sisi luar, Pluto nampak seperti bola yang tertutup
es.

Mendekati
matahari, kita akan menjumpai Neptunus. Planet ini juga sangat dingin;
suhu permukaannya sekitar -218°C (-360°F). Atmosfernya mengandung
gas yang beracun bagi manusia. Disamping itu, badai yang kecepatannya
mencapai 2.000 kilometer (1,250 mil) per jam bertiup di permukaannya.

Bergerak
kembali ke matahari, di tengah-tengah lingkaran, kita temui Uranus.
Uranus adalah planet terbesar ke-tiga di Tata Surya. Suhunya -214°C
(-353°F), berarti planet ini sudah cukup dingin untuk membekukan
kita dalam sedetik. Atmosfirnya mengandung gas beracun yang tentunya
tidak akan memberikan kehidupan.

Jika
perjalanan kita teruskan ke arah matahari, akan kita jumpai Saturnus.
Ia adalah planet terbesar kedua dalam tata surya, dikenal dengan
cincin yang melingkarinya. Cincin ini terbuat dari gas, batu-batuan,
dan es. Suhu planet ini sekali lagi tidak sesuai bagi kehidupan
manusia: -178°C (-288°F).

Semakin
mendekati matahari, kita berjumpa dengan Jupiter, planet terbesar
dalam Tata Surya. Jupiter adalah planet yang besarnya 11 kali planet
bumi. Keadaan planet ini pun tidak sesuai untuk hidup, dan merupakan
tempat yang sangat dingin.

Setelah
Jupiter adalah Mars. Mars adalah planet mati yang tidak pernah dibandingkan
dengan bumi. Tidak ada kehidupan di Mars. Ada beberapa alasan: Pertama,
atmosfir Mars merupakan campuran mematikan yang mengandung karbon
dioksida pekat. Kedua, tak ada air disana. Ketiga, suhu di Mars
sekitar -53
oC (-63
oF).
Terakhir, terdapat angin yang sangat kuat serta badai pasir yang
terjadi setiap saat.

Planet
biru yang muncul setelah Mars adalah Bumi. Kita akan membicarakannya
di bab terakhir buku ini. Sementara itu, ingatlah anak-anakku, Bumi
adalah satu-satunya planet yang memungkinkan bagi adanya kehidupan.

Semakin
dekat ke matahari, pencarian kita akan sampai di planet Venus. Venus
merupakan bintang paling terang setelah matahari dan bulan. Karena
itulah, manusia telah mengenalnya sejak lama. Meskipun planet-planet
yang sama jauhnya dengan Venus juga telah dikenal oleh manusia,
Venus memiliki terang yang tak tertandingi baik pada waktu pagi
maupun malam. Kebalikan dari planet-planet lain, Venus sangat panas.
Suhu permukaannya mencapai 450
oC (840
oF),
cukup untuk meleburkan segala sesuatu. Ciri lain dari Venus adalah
ketebalan atmosfirnya yang terdiri atas lapisan karbon dioksida.
Selain itu, atmosfir Venus memiliki lapisan asam setebal beberapa
kilometer. Tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat hidup disana
walau sedetik.

Kita
tinggalkan Venus, kita temui Merkurius, planet yang paling dekat
dengan Matahari. Rotasinya sangat lambat karena dekat dengan matahari
sehingga planet tersebut hanya membuat tiga putaran penuh selama
dua kali berevolusi mengelilingi matahari. Inilah mengapa salah
satu sisi Merkurius sangat panas sedangkan sisi lainnya sangat dingin.
Perbedaan malam dan siang pada Merkurias sebesar 1,000oC
(1,800oF). Tentu saja lingkungan seperti
ini tak mendukung adanya kehidupan.
Perjalanan kita sejauh ini menunjukkan bahwa selain bumi, tak ada
satupun planet di Tata Surya yang memungkinkan bagi kehidupan. Semuanya
tidak memiliki kehidupan dan tak berpenghuni. Namun, Bumi kita adalah
planet yang menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup.
Dengan hijaunya hutan dan birunya laut, ia nampak sangat cantik
dari angkasa. Astronot pertama yang sampai di bulan kagum oleh pemandangan
penuh warna dan cerah yang dimiliki bumi kita.
Benda Langit Lainnya
Komet
|
Benda langit lain di Tata Surya adalah komet, asteroida,
dan meteorit. Semuanya adalah benda-benda langit yang tersisa dari
nebula ketika pembentukan Tata Surya empat sampai enam milyar tahun
yang lalu.
- Komet terbentuk dari gas dan debu-debu terpadatkan. Kadang-kadang,
orbitnya membawa mereka mendekati matahari. Ketika komet mendekati
matahari, permukaannya menjadi menguap karena panas. Penguapan ini
menimbulkan cahaya terang. Bola besar dari gas dan debu muncul disekitar
inti. Bola gas dan debu ini disebut “coma.” Terdapat
juga ekor gas dan debu yang terhubung ke “coma”.
Meterorit
adalah meteor yang mencapai permukaan bumi.
|
- Meteor adalah batu-batuan di angkasa. Biasanya, mereka
teramati di antara orbit Mars dan Yupiter. Beberapa diantara mereka,
diameternya mencapai 1,000 kilometer (620 mile).
- Meteorit adalah benda langit padat yang jatuh ke bumi dari angkasa.
Kepingan batu, atau campuran batu dan besi, terpisah dari meteor
atau komet. Misalnya suatu ketika bumi melintasi awan debu yang
tersisa dari komet, benda dalam awan debu tersebut akan terbakar
di atmosphere. Mereka terbakar ketika memasuki atmosfer bumi dan
meninggalkan garis terang cahaya di langit. Inilah yang dinamakan
meteor. Kadang-kadang, jika mereka tidak habis terbakar, meteor
akan menumbuk bumi. Meteor-meteor yang dapat mencapai bumi dinamakan
aerolit atau meteorit.
.
Renungkanlah satu hal penting di sini: meteor
yang mencapai atmosphere kadangkala bisa sampai di bumi. Saat mereka
jatuh, kerusakan yang diakibatkannya berbeda-beda, tergantung pada
besarnya. Bumi kita sangat mungkin kejatuhan meteor setiap saat,
akan tetapi Allah telah menciptakan mereka secara khusus sehingga
mereka selalu terbakar dan musnah di atmosphere sehingga tidak membahayakan
kita. Allah melindungi kita dengan menunjukkan kemurahan dan kasih
sayangNya.
Sekarang kamu harus yakin bahwa Allah mengendalikan semua benda-benda
langit, yang kecil maupun besar, dan memerintahkan mereka setiap
saat dengan terencana dan teratur.
BAB 3: BUMI
Dalam
bab ini, kamu akan mengenali planet bumi lebih baik lagi. Kamu akan
mengerti arti penting bentuk bumi dan birunya langit bagi hidup
kita. Kamupun akan mengakui bahwa sistem sempurna yang kamu amati
diciptakan Allah hanya agar memungkinkan bagi kita untuk hidup.
BUMI KITA YANG SANGAT SEIMBANG
Hingga
abad ke-16, sekitar 500 tahun yang lalu, meskipun beberapa orang
Yunani telah memiliki gagasan mengenai hal ini, pada umumnya orang
belum tahu kalau bumi adalah planet. Pengamatan di masa itu membantu
orang untuk engetahuinya. Pada abad ke-20, manusia meyakini tentang
lokasi bumi di Tata Surya. Bumi adalah planet ketiga dari matahari,
dan planet terbesar kelima.
Para Ilmuwan percaya bahwa Bumi memiliki inti besi dengan suhu 7,500°C
(13,500°F). Suhu ini bahkan lebih panas daripada permukaan matahari.
Namun karena kamu tidak pernah merasakan sedikit pun panas yang
luar biasa itu, kamu dapat duduk tenang di kelas sambil mendengarkan
gurumu, atau terlelap di tempat tidurmu. Kerak bumi melindungi kita
dari panas itu. Allah sangat sayang pada kita karena Allah telah
menciptakan kerak bumi yang cukup tebal untuk menjaga kita dari
panas bumi secara langsung. Selain itu, Allah telah menciptakan
atmosfer yang nyaman bagi kita. Allah juga memberikan kemampuan
tumbuh-tumbuhan untuk memelihara keseimbangan oksigen dan karbon
dioksida.
Struktur bumi dan kesetimbangan sempurna yang ada padanya membuktikan
bahwa bumi ini dirancang secara khusus bagi manusia untuk hidup.
.
Menjaga
ikan dalam aquarium memerlukan perawatan yang rumit. Atmosphere
menyediakan “perawatan” ini bagi bumi.
|
Dari atmosfer hingga geografisnya, dari jarak
terhadap matahari hingga segala bentuk keseimbangan yang ada, bumi
adalah planet khusus yang diciptakan untuk mendukung kehidupan.
Ayo kita bandingkan bumi kita dengan akuarium. Akuarium menyediakan
kondisi yang sesuai bagi ikan-ikan. Ada pengatur panas untuk menjaga
suhu air, ada motor sirkulasi udara, dan pasir-pasir yang ditempatkan
di dasarnya. Terdapat butiran khusus yang diletakkan dalam air,
terdapat tutup pelindung akuarium, sistem penyaringan yang terus-menerus
menyaring air, dan pemberian makan yang teratur,… Semuanya
ini mendukung kehidupan ikan di dalam akuarium.
Meskipun demikian, ikan di akuarium itu tidak menyadari keberadaan
lingkungan buatan ini. Mereka merasa hidup secara “alami”
atau dalam lingkungan yang ada secara tiba-tiba. Mereka tidak menyadari
bahwa seseorang telah menyediakan pengatur panas dan menyetel air
atau memfungsikan motor ventilasi di dalam air. Mereka juga tidak
tahu siapa yang menyediakan makanan yang secara tiba-tiba ada di
permukaan air. Meski demikian, sumbernya jelas, pemilik aquarium
menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh ikan.
Jelasnya, hidup di bumi memerlukan sistem yang lebih rumit daripada
kehidupan di dalam sebuah akuarium.
Manusia
yang bijaksana tidak menghabiskan hidupnya tanpa kepedulian seperti
halnya ikan dalam akuarium. Ia memahami bahwa bumi telah diciptakan
baginya dan bumi memiliki Pencipta dan Pengatur. Pastilah Allah
telah mengatur kesetimbangan yang sempurna ini dan mengaturnya hingga
bumi bisa menjadi tempat bagi kehidupan. Manusia yang cerdas tentu
ingin mengetahui Tuhan yang telah memberikan segala keberkahan hidup
kepadanya dan mempelajari apa yang Allah inginkan darinya. Dalam
Kitab yang Allah turunkan pada kita, Allah memberikan kita kesempatan
untuk mengenalnya sekaligus mengetahui harapan-Nya pada kita.
Jelaslah, Allah membuat keseimbangan sempurna dan aturan yang membuat
hidup di atas bumi menjadi mungkin. Allah berfirman dalam Alqur’an:
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung
yang kokoh, supaya bumi itu tidak goncang bersama mereka, dan telah
Kami jadikan pula di bumi itu jalan-jalan yang luas gar mereka mendapat
petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara
… (Surat al-Anbiya': 31-32)
Allah merancang, menyeimbangkan, dan menyelaraskan
setiap yang ada di bumi agar kita dapat hidup. Seseorang yang menyadari
hal ini seharusnya percaya kepada Allah, menyadari kekuatan-Nya
yang tak terbatas, dan mensyukuri segala hal yang telah Allah berikan
kepadanya.
Sekarang, mari kita amati beberapa kesetimbangan yang telah Allah
tetapkan pada planet kita dan menyaksikan Kekuasaan-Nya yang tak
terbatas.
Letak Bumi di Alam Semesta
Apa yang terjadi jika bumi kita berada sedikit lebih
dekat dengan matahari? Jawabannya sudah jelas, karena siapapun tahu
bahwa matahari itu sangat panas. Sesungguhnya, dengan panasnya yang
tak terkira itu, kita tak akan memiliki atmosfer, tidak juga lautan
dan samudera … Suhu bumi akan menjadi sangat tinggi yang menyebabkan
menguapnya sebagian besar air di bumi. Ketika itu, tidak ada air
yang tersisa di bumi. Bumi-pun akan sekering gurun pasir.
Sebagai contoh, pada bab sebelumnya telah disebutkan bahwa planet
Venus lebih dekat dengan matahari daripada bumi. Oleh karenanya,
suhu Venus lebih tinggi daripada Bumi. Bahkan suhu Venus bisa mencapai
475°C (885°F). Untuk menggambarkan betapa tingginya suhu
ini, bayangkan saat kamu meletakkan air ke dalam pemanas, dan air
itu mulai mendidih pada suhu 100°C (212°F)..
Jika
matahari sedikit saja lebih dekat pada planet bumi kita, bumi
akan kering kerontang seperti gurun, seperti gambar di atas.
Jika matahari lebih jauh, bumi akan tertutup es seluruhnya,
sebagaimana nampak pada gambar di sebelah kanan.
|
Kini, mari kita coba berpikir sebaliknya. Apa yang
terjadi jika bumi terletak lebih jauh dari matahari? Yang terjadi
bumi kita akan lebih dingin. Kamu dapat membayangkan bahwa jika
hal ini terjadi, sebagian besar wilayah di bumi akan membeku dan
menjadi es. Permukaan bumi akan menjadi kering, tertutup es seperti
planet Mars yang sedikit lebih jauh dari matahari dibandingkan bumi.
Jadi ada dua kesimplan: Letak bumi kita sudah tepat di tempatnya.
Menurutmu bagaimana ini bisa terjadi? Dapatkah bumi kita berada
di tempatnya dengan tepat secara kebetulan? Tentu saja tidak. Bumi
merupakan benda tak hidup yang tak memiliki kesadaran. Bumi tidak
dapat menempatkan diri dengan sendirinya di tempat yang tepat atau
berada di sana secara kebetulan. Tepatnya posisi bumi di tata surya
merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah.
Penemuan astronomi paling mutakhir menunjukkan
arti penting keberadaan panet-planet bagi bumi. Contohnya, arti
penting ukuran dan posisi Jupiter. Sebagai planet terbesar di dalam
sistem, Jupiter menjadikan bumi stabil berada di orbitnya.
Jika planet dengan ukuran serupa tidak berada di posisi Jupiter,
bumi akan menjadi sasaran meteor dan komet yang bertebaran di ruang
angkasa. Berarti, Jupiter merupakan tameng pelindung bumi. Jika
Jupiter ada di orbit yang lain, bumi kita, dan juga kita tak akan
dapat hidup lama.
Orang bijak yang tahu mengenai hal ini, memahami bahwa tak satu
pun di dunia ini yang diciptakan tanpa tujuan. Pemahaman ini digambarkan
dalam Alqur’an sebagai berikut:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
dan silih bergantinya malam dan siang hari, terdapat tanda-tanda
kekuasaan bagi orang-orang yang berakal. (Surah Al 'Imran: 190)
Maksud dari ayat itu, kita seharusnya berpikir atas
penciptaan langit dan bumi. Apa yang telah kamu pelajari dalam buku
ini menggambarkan penciptaan alam semesta oleh Allah. Ketika kamu
memahami ilmu pengetahuan ini, kamu akan memiliki pemahaman yang
lebih baik mengenai kekuatan Allah.
Bentuk Bumi Kita menurut Al Qur’an
Anak-anak, kamu tahu bahwa bumi ini bulat. Dengan menggunakan
teknologi, teramatilah bahwa bumi itu bulat berdasarkan photo bumi
yang diambil dari ruang angkasa. Al Qur’an, yang diturunkan
Allah 14 Abad yang lalu, mengandung pernyataan yang menjadikan ilmuwan
Muslim memahami bahwa bumi itu bulat.
Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan
yang benar. Dia menutupkan malam atas siang, dan menutupkan siang
atas malam … (Surat Az-Zumar: 5)
“Takwir,” kata yang dipakai untuk
“menutupkan” dalam bahasa Arab berarti “membungkus
sesuatu yang bulat sebagai penutup.” Informasi yang diberikan
dalam ayat tentang malam yang menutup siang dan sebaliknya, (takwir)
juga memberi gambaran pada manusia untuk memandang bumi dengan bentuknya
yang bulat.
Walau demikian, selama beberapa masa dipercaya bahwa bumi tidak
bulat namun datar. Segala perhitungan dan penjelasan ilmiah yang
mendasarinya adalah salah. Ketika manusia masih tak peduli dengan
ruang angkasa mereka memegang teguh kepercayaan bahwa bumi berada
diantara tanduk lembu jantan.
Anak-anak yang baik, sekarang telah kamu ketahui bahwa informasi
yang baru dibuktikan secara ilmiah beberapa waktu lalu ternyata
telah diisyaratkan oleh Allah dalam Al Qur’an sejak jauh hari.
Hal ini adalah bukti jelas bahwa Al Qur’an adalah firman Allah,
Sang Pencipta alam semesta dan Yang Maha Tahu atas segalanya.
Suhu Bumi
Anak-anak, tahukah kamu berapa suhu rata-rata
di ruang angkasa? -270°C (-455°F)! Mustahil ada kehidupan
pada suhu serendah itu. Suhu bumi rata-rata adalah 15oC dan 20°C
(60-70)°F. Suhu ini berbeda-beda untuk setiap lapisan atmosfir
yang lebih tinggi.
Dengan
adanya ketinggian yang berbeda-beda di permukaan bumi, pada
suatu ketinggian tertentu orang bisa berenang dan berjemur,
dan pada tingkat yang lebih tinggi lagi di daerah yang sama
orang bisa bermain bola salju dan ski.
|
Singkatnya, benua Afrika adalah daerah panas. Apa yang
akan kamu katakan jika kami bertanya, “Dapatkah kamu membuat
boneka salju di Afrika?” Kami tahu apa jawabanmu. Mungkin
kalian akan menjawab, “Untuk membuat boneka salju kami perlu
salju. Karena mustahil menemukan salju di daerah panas, maka tidak
mungkin untuk membuat boneka salju.” Akan tetapi kamu salah,
karena kamu dapat membuat boneka salju di Afrika kapan pun kamu
suka, sekalipun kita sama-sama tahu disana sangatlah panas. Untuk
melakukannya, kamu harus mendaki gunung Kilimanjaro, yang puncaknya
merupakan titik tertinggi di benua tersebut. Puncak gunung yang
sangat tinggi ini selalu tertutup salju. Karena, semakin ke atas
suhu akan semakin dingin. Suhu udara akan mendekati -50°C (-58°F)
pada lapisan atmosfer yang bernama “Stratosphere.” Makin
ke atas lagi, cuaca menjadi panas kembali. Dengan perlindungan yang
Allah berikan kepada kita, tidak ada perbedaan suhu yang terlalu
jauh di bumi ini.
Pengaturan suhu tersebut terkait dengan jumlah panas yang dipancarkan
matahari serta jarak antara bumi dan matahari. Dalam bab sebelumnya
kita sedikit menyinggung hal ini. Kita akan membahas hal ini secara
lebih terperinci. Berdasarkan perhitungan, jika matahari mengurangi
10 % pancaran energinya maka permukaan bumi akan tertutup oleh lapisan
es hingga beberapa meter. Jika energi matahari naik sedikit saja,
segala benda hidup akan hangus dan mati.
Kecepatan rotasi bumi juga membantu menjaga keseimbangan penyebaran
suhu. Bumi berotasi penuh sekali setiap 24 jam. Karena itulah, pergantian
malam dan siang sangatlah singkat. Karenanya, perbedaan suhu antara
siang dan malam menjadi sangat kecil.
Sebagai contoh yang paling jelas dapat dilihat di planet Merkurius,
disana siang hari akan berakhir setelah lebih dari setahun waktu
bumi sehingga perbedaan suhu siang dan malam hampir 1,000°C
(1,800°F).
Letak geografis juga membantu penyebaran panas di atas
bumi secara merata. Perbedaan suhu antara daerah kutub dengan daerah
katulistiwa adalah sekitar 100°C (212°F). Jika perbedaan
suhu lebih besar dari itu, akibatnya adalah berhembusnya badai angin
topan yang akan menghancurkan segala sesuatu.
Rantai
pegunungan yang melintasi Bumi mencegah badai dahsyat di daerah
kutub yang menyebabkan kekacauan di bumi, dan membantu menjaga
keseimbangan suhu planet bumi.
|
Bahkan, bumi dipenuhi oleh penghalang geografis
yang menghalangi hembusan udara yang kencang sehingga terjadi perbedaan
suhu. Penghalang tersebut adalah deret pegunungan yang terbentang
dari timur ke barat, dari Himalaya di China, berlanjut ke pegunungan
Taurus di Anatolia dan pegunungan Alpen di Eropa.
Kita telah memperlajari bagaimana bumi menjaga da mengatur suhu
bumi, meskipun di luar angkasa suhunya dapat mencapai -270°C
(-455°F). Jika suhu bumi terlalu dingin atau terlalu panas,
maka akan sangat merugikan bagi manusia sehingga kita tak dapat
bertahan hidup. Oleh karenanya, suhu yang sedang ini merupakan rahmat
dari Allah.
Karena itulah, seharusnya kita bersyukur kepada Allah, yang telah
menyiapkan kondisi yang sangat nyaman untuk kita tinggali. Hal ini
penting untuk dicamkan dalam pikiran kita.
Seberapa besarkah bumi kita dan bagaimana Allah menjaga bumi kita
dari benda-benda langit lainnya?
Jawabannya terdapat di bagian berikutnya dari buku ini…
Bentuk Bumi dan Perlindungan Terhadap Benda Langit
Sebagaimana yang kamu ingat pada bab awal, kita
telah menyebutkan berbagai macam ukuran planet.
Sekarang mari kita bandingkan ukuran bumi kita dengan planet lain.
Kita mulai dengan membuat perbandingan berikut ini; bayangkan bahwa
bumi kita adalah sebutir kacang polong. Dalam hal ini, Merkurius
dapat dianggap sebagai sebutir biji wijen, Venus adalah kacang polong
seperti bumi kita, Mars adalah biji semangka, Jupiter sebuah jeruk,
Saturnus jeruk keprok, Uranus dan Neptunus buah cherry dan Pluto
adalah biji wijen. Secara terpisah, matahari akan menjadi sebuah
bola besar, lebih besar daripada bola basket dibanding kacang polong.
Apakah perbandingan ukuran bumi dengan planet lain ini merupakan
“kebetulan”? Atau mungkin terdapat “kesengajaan”?
Jika kita amati ukuran bumi, kita dapat dengan mudah mengatakan
bahwa bumi dirancang untuk memiliki ukuran seperti sekarang..
Jika bumi sedikit lebih kecil, gravitasi akan melemah, sehingga
tidak mampu untuk mengikat atmosfer yang mengelilinginya. Tanpa
atmosfer, bumi akan rentan terhadap meteor serta radiasi berbahaya
dari angkasa. Terlebih lagi, kekurangan oksigen akan merupakan akhir
kehidupan. Jika bumi lebih besar, gaya tarik gravitasi akan meningkat,
kemudian mengubah atmosfer menjadi campuran mematikan karena ia
akan menyimpan berbagai gas beracun.
 
Setiap
benda yang dihasilkan oleh tukang sepatu, tukang kayu, atau
pande besi adalah rancangan yang rumit bagi para pengrajin ini.
Mereka merencanakan setiap langkah kerja dan membuat perhitungan
dengan hati-hati. Tak seorang pun berani mengatakan bahwa pekerjaan
seni ini muncul dengan sendirinya, tanpa perancangan atau perencanaan.
Demikian pula, adalah omong kosong bahwa milyaran galaksi, planet-planet,
dan bintang-bintang di alam semesta terjadi dengan sendirinya.
|
Berkaitan dengan massanya, interior bumi juga didesain
secara khusus. Lapisan-lapisan di dalam intinya bergerak saling
mengelilingi satu sama lain, gerakan ini menimbulkan adanya medan
magnet yang berperan penting untuk melindungi kehidupan. Medan magnet
yang meliputi wilayah yang jauh berada diatas permukaan bumi turut
melindungi bumi dari efek radiasi berbahaya dari angkasa luar.
Penemuan ilmiah lain menunjukkan bahwa alam semesta tidak dibiarkan
begitu saja. Allah, Tuhan Alam semesta Yang Maha Pencipta, mengendalikan
seluruh alam semesta, menciptakan serta mengatur galaksi-galaksi,
bintang-bintang, dan planet-planet di bawah kekuatan-Nya.
Planet biru tempat kita hidup diciptakan Allah secara khusus. Dalam
Alqur’an Allah menggambarkan penciptaan yang mengagumkan ini
dalam ayat ke-2 surat Al-Furqon, … Dia telah menciptakan segala
sesuatu, dan sia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
Barangkali ini pernyataan yang sederhana untuk mengungkapkan berbagai
ayat Alqur’an mengenai alam semesta, bahwa pada planet ini,
Allah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia.
Anak-anak yang baik, dari sekarang kita akan mulai menjelajahi Bumi.
Pertama, marilah kita pahami alasan mengapa Allah menciptakan laut
dan samudera, serta mempelajari manfaatnya bagi kita.
Lautan dan Samudera
71% permukaan bumi tertutup oleh air. Bumi adalah satu-satunya
planet yang airnya berbentuk cair. Air berkumpul dalam kubangan
raksasa membentuk lautan, yang sangat penting bagi kehidupan.
Makanan laut yang lezat adalah
bentuk rahmat Allah yang lain yang diciptakan untuk kita dari
lautan.
|
Sebagai contoh, air mencegah terjadinya perubahan
suhu yang tiba-tiba sehingga membantu makhluk hidup untuk berada
dalam suhu yang stabil. Air juga membuat iklim menjadi ramah. Bahkan,
laut membentuk pantai melalui erosi dan korosi. Tak satu planet
pun memiliki sistem demikian.
Terlebih lagi, lautan menawarkan berbagai macam ikan dan makanan
bagi kita. Memakan makanan laut yang lezat, berenang di laut, dan
bepergian dengan kapal merupakan rahmat yang Allah berikan kepada
kita.
Anak-anak yang baik, Allah telah menciptakan segala sesuatu yang
kita butuhkan dengan sangat sempurna. Tentu saja, di luar hal-hal
yang indah tadi, terdapat juga hal-hal yang berbahaya, seperti gunung
berapi yang kadang-kadang meletus, meskipun nampaknya mereka diam.
Kini, kita akan mengalihkan perhatian pada gunung-gunung api ini.
Gunung-Gunung yang Memuntahkan Magma
Karena magma atau lelehan batu, terdapat cairan di
bawah kerak bumi yang sesekali dapat keluar melalui retakan kerak
bumi dan meletus dengan kencang. Kejadian menakutkan ini disebut
letusan gunung berapi.
Letusan
gunung berapi membuktikan bahwa bagian dalam planet kita teramat
panas. Jika kita tidak berada dalam lindungan Allah, kita
akan menghadapi letusan gunung berapi yang hebat sekali.
|
Seringkali bersamaan dengan ledakan dahsyat, gunung
berapi memancarkan berton-ton debu dan asap ke atmosfer. Letusan
ini membentuk awan raksasa yang gelap di langit. Selanjutnya magma
mulai mengalir di muka bumi, menyapu hutan dan kota yang dilaluinya.
Magma yang mengalir dari dalam gunung berapi ke muka bumi disebut
“lava”. Suatu waktu, lava membeku di atas muka bumi
dan menjadi batu. Sepanjang sejarah, banyak kota hancur karena bencana
ini. Misalnya, pada abad pertama Masehi, ledakan gunung berapi telah
menghancurkan kota Pompeii, sebuah kota makmur sejahtera jaman Romawi,
dari muka bumi. Kejadiannya sangat mengejutkan sehingga orang-orang
tewas tanpa sempat menyelamatkan diri. Lava dengan cepat mencapai
kota Pompeii dan menutup seluruh kota, menyebabkan seluruh penduduk
kota tewas.
Tak ada yang tersisa, penduduk Pompeii yang terkenal biadab serta
durhaka pada perintah Allah, hancur seketika. Kejadian atas mereka
digambarkan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
…Kami timpakan kepada mereka hujan batu
dan kerikil; dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yag
mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan ke dalam
bumi, dan diantara mereka ada yang kami tenggelamkan … (Surat
al-'Ankabut: 40)
Anak-anak yang baik, ayat ini menandakan bahwa Allah
memiliki kekuatan atas segala sesuatu, Allah dapat menghancurkan
segala sesuatu kapan pun Allah mau. Tak seorang pun dapat selamat
dari hukuman-Nya. Namun, Allah juga sangat mengasihi dan Maha Pengampun
bagi hamba-hamba-Nya. Dalam keseluruhan buku ini, kita telah menyaksikan
bukti Kasih Sayang Allah yang tiada batas. Bahwa letusan gunung
berapi yang hanya terjadi sesekali merupakan Rahmat Allah juga,
jika kita dapat mengambil pelajaran darinya.
ATMOSFER
Anak-anakku,
pernahkah kamu perhatikan apa saja yang terdapat di langit ketika
kamu melihatnya? Tentu kamu semua ingin mengetahuinya. Sekarang
ayo kita amati langit tersebut!
Lapisan udara yang mengelilingi bumi dinamakan “Atmosfer”.
Atmosfer memiliki tujuh lapisan. Setiap lapisan memiliki susunan
gas-gas yang berbeda, semua berada dalam keselarasan yang sempurna
antara satu dengan lainnya.
Dalam Al Qur’an Allah menyatakan bahwa Dia menyusun langit
dalam tujuh lapisan.
dan Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa
… (Surah Fushilat: 12)
Kata “samaa” yang dipakai dalam beberapa
ayat Al Qur’an juga diartikan sebagai “langit”.
Ia juga dianggap mengacu pada lapisan ruang angkasa seperti halnya
pada langit bumi. Jika makna digunakan makna yang kedua, maka ayat
tersebut menyatakan bahwa Atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Tentu
saja, ayat ini dapat memiliki makna lain, menariknya adalah ketika
kita mempelajari langit, kita temukan bahwa langit terdiri atas
tujuh lapisan:
- Troposphere: merupakan lapisan terdekat dengan permukaan
bumi. Ketebalan lapisan ini bervariasi tergantung pada iklim. Semakin
tinggi dari permukaan maka suhunya akan semakin turun, pada ketinggian
maksimal suhunya antara -51°C (-60°F) dan -79°C (-110°F).
- Stratosfer: merupakan lapisan di atas troposfer.
Semakin ke atas suhupun akan meningkat.
- Mesosfer: lapisan di atas stratosfer. Disini suhu
udara turun hingga mencapai -73°C (-100°F).
- Thermosfer: merupakan lapisan di atas Mesosphere.
Suhunya meningkat dengan perlahan. Perbedaan suhu antara malam dan
siang hari lebih dari 100°C (212°F).
- Exosfer: lapisan yang dimulai dari ketinggian 500
kilometer (310 mil) diatas muka bumi.
- Ionosfer: gas dalam wilayah ini ditemukan dalam bentuk
ion. Gas-gas yang terionisasi inilah yang menjadi nama dari lapisan
ini.
- Magnetosfer: Karena medan magnetik bumi terdapat
pada lapisan ini, maka ia dinamai Magnetosfer. Lapisan ini, berfungsi
seperti perisai dan terletak antara 3,000 sampai 30,000 kilometer
(1,850 sampai 18,500 mil) diatas permukaan bumi. Seperti penjelasan
sebelumnya, wilayah ini, yang melindungi bumi dari radiasi yang
berasal dari antariksa, disebut Sabuk Van Allen.
Untuk memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai
pentingnya Atmosfer bagi kita, ayo kita lihat planet-planet lain.
Anggaplah sekarang kita berada di Merkurius. Planet tersebut tidak
memiliki atmosfer. Bagaimanapun, Atmosfer sangat penting artinya
bagi kita. Hingga sejauh ini, kita telah menyampaikan pentingnya
gas-gas dalam Atmosfer, seperti oksigen, atau sifat Atmosfer yang
melindungi bumi. Namun, ternyata bobot Atmosfer juga sangat penting
bagi kehidupan manusia.
Atmosfer terbuat dari udara yang ringan.
Hal ini tidak berarti bahwa Atmosfer tidak berbobot. Sebenarnya,
lapisan-lapisan udara yang tebalnya berkilo-kilo meter di atas kita
ini sangatlah berat.
Menurut penelitian, Atmosfer menekan setiap orang hingga berton-ton
beratnya. Hal ini dinamakan “tekanan udara”. Sekarang
mungkin kamu akan bertanya, ”Terus, bagaimana bisa kita tidak
terhimpit?” Kita tidak terhimpit olehnya karena tubuh kita
memiliki kekuatan untuk menahan bobot Atmosfer. Kita tak akan berfungsi
bahkan tak akan ada dalam lingkungan yang memiliki tekanan udara
lebih rendah. Itulah mengapa, tanpa tekanan ini, darah yang bersirkulasi
dengan cepat dalam tubuh kita akan berusaha menekan dengan hebat
pembuluh darah kita. Tanpa keseimbangan oleh tekanan atmospheric
ini, pembuluh darah kita akan pecah karena tekanan darah yang tinggi.
Karena itulah, manusia tidak mungkin hidup di lingkunganseperti
yang terdapat di planet Merkurius, yang tak memiliki Atmosfer.
Planet Venus memiliki atmosfer. Karena tekanan di atas Venus 90
kali lebih besar daripada tekanan Atmosfer bumi, maka ia tidak akan
sesuai untuk kehidupan manusia. Dengan demikian, kita mengerti bahwa
tak satu pun kehidupan ada di planet Venus karena dengan tekanan
udara yang besar sekali semua makhluk hidup akan musnah.
Mari kita ingat kembali hal penting yang sudah kita ketahui: Atmosfer
sangat penting untuk kehidupan di bumi. Atmosfer sangat banyak manfaatnya,
salah satunya telah dijelaskan di atas. Coba diingat, satu diantara
adalah arti penting gas yang membentuk Atmosfer bagi kehidupan manusia.
Jika Atmosfer tidak ada, makhluk hidup tak akan dapat bernapas,
sehingga tak akan ada kehidupan di atas bumi.
Atmosfer
melindungi planet kita dari meteor dan radiasi berbahaya dari
matahari.
Sinar ultraviolet mencapai bumi setelah disaring oleh atmosfer.
|
Fungsi Atmosfer yang lain adalah melindungi bumi kita
dari serangan yang berasal dari luar angkasa, misalnya meteor. Atmosfer
mencegah meteor jatuh menimpa bumi, dan menimbukan bahaya.
Atmosfer juga menghalangi radiasi berbahaya dari ruang
angkasa. Dengan Atmosfer ini, hanya 7 % radiasi berbahaya yang dapat
sampai di bumi. Di sini terdapat satu hal yang layak kita perhatikan:
Radiasi yang mampu menyokong kehidupan di muka bumi hanyalah radiasi
yang diterima oleh bumi. Dan ingatlah, bahwa jarak bumi dan matahari
adalah tepat, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
Percayakah
kamu jika ada yang mengatakan bahwa kue lezat yang kamu makan
muncul begitu saja? Kamu tahu bahwa ibumu membuat kue-kue
tersebut, maka kamu dapati bahwa mereka berbohong. Demikian
pula, alam semesta tak bisa muncul begitu saja secara kebetulan,
karena sesungguhnya ia memiliki Perancang dan Pencipta.
|
Anak-anak yang baik, dapatkah Atmosfer yang sangat
penting bagi kehidupan kita, terbentuk dengan sendirinya secara
kebetulan?
Perumpamaan berikut ini akan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin
terjadi: pikirkanlah sebuah kue manis yang lezat. Siapa yang memberi
kue-kue ini rasa yang lezat? Tak diragukan, kue-kue ini begitu lezat
karena ibumu menambahkan sejumlah bumbu-bumbu dalam tepung, membuat
adonan dengan tepat, dan memanggangnya pada suhu yang tepat pula.
Akankah kamu percaya jika ada orang yang mengatakan, “Kamu
tak usah meminta ibumu membuat kue lezat itu, kue-kue itu dapat
terbentuk dengan sendirinya”? Tentu saja kamu mengatakan itu
adalah bohong besar. Jadi, dapatkah Atmosfer yang menyelimuti bumi
ini muncul sendiri? Kita telah tahu bahwa hal ini mustahil terjadi.
Setiap orang yang mengetahui semua ini mungkin akan berkata seperti
berikut, ketika menatap langit, “Jika Allah tidak menciptakan
Atmosfer, tak akan mungkin kita hidup di dunia. “ Atau, ia
akan berpikir sendiri, “Allah adalah kekuatan yang Agung.
Jika tuhan kita tidak menjaga bumi ini, meteor-meteor raksasa akan
menimpa bumi dan menghancurkannya.” Kamu dapat merenungkan
segala informasi yang kamu pelajari dengan cara yang sama. Yang
demikian itu akan menjadi jalan untuk menunjukkan kebesaran Allah.
Atmosfer yang Tepat Untuk Hidup
Atmosfer bumi juga dilengkapi dengan berbagai sifat
yang penting untuk kehidupan. Mari kita gambarkan struktur khusus
yang dimiliki Atmosfer kita.

Atmosfer
terdiri atas 77% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% karbon dioksida,
argon, dan gas-gas lainnya. Sekarang kita cermati oksigen terlebih
dahulu.
Oksigen sangatlah penting bagi kehidupan, selama energi yang diperlukan
untuk hidup didapat melalui proses kimiawi yang melibatkan oksigen
dalam jumlah tertentu. Itulah mengapa kita selalu memerlukan oksigen,
dan bernafas adalah untuk mengambil oksigen yang dibutuhkan.
Jumlah oksigen dalam Atmosfer sangat tepat. Jika jumlahnya menjadi
22% dari yang seharusnya yaitu 21%, satu kilatan petir saja sudah
cukup untuk membakar seluruh hutan. Jika jumlahnya menjadi 25%,
api yang besar akan membakar bumi, karena oksigen adalah gas yang
mudah terbakar.

Jika
jumlah oksigen di atmosphere 22% dari yang sebenarnya 21%,
atmosphere mungkin akan terbakar dan menyebabkan ancaman besar
bagi kehidupan di bumi.
|
Pertanyaan berikut ini barangkali ada dalam pikiranmu:
apa jadinya jika semua oksigen di Atmosfer habis? Dengan tingkat
polusi yang tinggi dalam seabad terakhir, hal ini belum menjadi
ancaman, karena lebih dari 80% oksigen diproduksi terus-menerus
di atas bumi oleh organisme mikroskopis di lautan. Bahkan, jika
seluruh hutan habis, akan masih ada oksigen di Atmosfer.
Suatu sistem yang sempurna telah memelihara kandungan oksigen di
Atmosfer. Hal ini dinamakan sistem daur ulang. Binatang dan manusia
menggunakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Sedangkan
tumbuh-tumbuhan, menyerap karbon dioksida serta mengeluarkan oksigen.
Mereka memelihara keberlangsungan hidup dengan mengubah kembali
karbon dioksida menjadi oksigen. Setiap hari, milyaran ton oksigen
dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan dan dilepaskan ke Atmosfer.
80%
oksigen di atmosphere diproduksi oleh organisme mikroskopis
di laut seperti terlihat pada gambar di atas.
|
Satu hal penting disebutkan di sini. Mengapa hanya
tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan oksigen? Tidakkah hidup akan lebih
mudah jika semua makhluk hidup menghasilkan oksigen sendiri?
Hal itu tidak benar! Hidup tidak akan lebih mudah. Bahkan sebaliknya,
jika binatang dan manusia juga menghasilkan oksigen, jumlah oksigen
akan meningkat, sehingga Atmosfer akan mudah terbakar dalam sekejap.
Akibatnya, percikan api kecil saja dapat menyebabkan kebakaran yang
besar.
Lain halnya, jika semua makhluk hidup, juga tumbuh-tumbuhan menghasilkan
karbon dioksida, oksigen dalam Atmosfer akan dengan cepat menipis,
maka makhluk hidup akan mati sesak, karena bila ini terjadi maka
tidak akan ada oksigen untuk bernapas.
Anak-anakku, sebagaimana kamu lihat, selain melindungi kita, Atmosfer
juga menyediakan oksigen bagi kita untuk bernapas. Allah telah menciptakan
sistem yang saling berkaitan untuk menjaga kestabilan jumlah oksigen.
Adalah Allah, yang telah menciptakan berbagai keseimbangan yang
rumit. Sangat mudah bagi Allah untuk melakukannya.
Ingatlah selalu bahwa setiap kemudahan dalam hirupan nafas, adalah
alasan untuk bersyukur kepada Allah. Karena, jika Allah tidak melakukannya,
maka tak akan ada Atmosfer, dan juga tak ada oksigen.
AWAN YANG BERGANTUNGAN
Ketika kita menatap langit, kita lihat ada awan kelabu
atau awan putih, yang nampak seperti gumpalan kapas. Kadang-kadang
kita berpikir awan-awan itu mirip dengan benda-benda lain, bukan?
Pernahkah kamu berpikir bagaimana awan menjadi ada? Kini, mari kita
lihat bagaimana awan bisa terjadi?
Segumpal
awan dengan ukuran rata-rata 300,000 ton (300 juta kilogram
atau 660 juta pon) air.
|
Setiap hari, panas matahari menyebabkan air di muka
bumi menguap. Di udara bentuk air seperti ini disebuat “uap
air”. Semakin kebawah udara semakin hangat. Suhu udara meningkat,
dan dalam perjalannya udara membawa uap air ke atas. Pada ketinggian
tertentu, uap air dalam udara yang panas bercampur dengan udara
yang dingin, dan berubah menjadi butiran-butiran air dan membentuk
awan.
Air yang menguap dari laut yang kaya akan garam dan danau yang kaya
akan mineral membawa partikel-partikel garam ke daerah yang lebih
tinggi. Partikel garam sangat kecil, sehingga tidak nampak oleh
mata telanjang. Angin yang membawa titik-titik air mengumpulkan
27 juta ton garam setiap harinya ke Atmosfer. Garam-garam ini membentuk
pusat gugusan hujan.
Awan nampak seperti kapas dari bumi. Mungkin karenanya kamu berpikir
ia tidaklah seberapa berat. Namun, ketika butir-butir hujan jatuh
ke bumi, lihatlah berton-ton air turun ke tanah. Awan hujan rata-rata
terdiri atas 300,000 ton air. (satu ton sama dengan 1000 kilogram,
atau 2,200 pound. 300,000 ton adalah 300 juta kilogram atau 660
juta pound). 300,000 ton bergantung di udara.
Allah menurunkan hujan dari awan raksasa ini untuk memberi kehidupan
bagi bumi. Dengan demikian setiap sudut bumi dapat menerima cukup
air. Dalam Al Qur’an, Allah telah memberitahukan bagaimana
awan menyebabkan hujan:
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,
kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
… (Surat an-Nur: 43)
Selain itu, Allah juga menggambarkan pada kita betapa
jernih air yang Allah turunkan dari langit:
…dan Kami turunkan dari langit air yang
amat bersih.(Surat al-Furqan: 48)
Sebagaimana dijelaskan dalam ayat di atas, hujan yang
turun dari langit murni dan bersih. Ia juga mengandung sejumlah
kecil garam dan mineral-mineral. Hal ini sungguh merupakan rahmat
dari Allah, karena tanah menerima garam dan mineral yang ia perlukan
dari air hujan. Jika air yang menguap dari lautan mengandung garam
dengan jumlah yang lebih tinggi, kemudian ketika ia jatuh ke tanah
dalam bentuk hujan akan sangat berbahaya bagi kehidupan di atas
planet ini. Jika air hujan sangat asin (mengandung garam lebih banyak)
ia akan membuat layu tanah dan tumbuh-tumbuhan, yang akan menyebabkan
kematian seluruh makhluk hidup. Pendek kata, kehidupan di atas bumi
akan berakhir. Namun, hal ini tak pernah terjadi, karena Allah sangat
sayang kepada umat manusia. Hal ini diberitakan dalam Al Qur’an:
Maka terangkanlah pada-Ku tentang air yang kamu
minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan, ataukah Kami yang menurunkannya?
Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah
kamu tidak bersyukur? (Surat al-Waqi'a: 68-70)
Penjelasan dalam ayat di atas membuat hal ini makin
jelas, bahwa Allah secara khusus menciptakan segala sesuatu di muka
bumi sesuai dengan kehidupan manusia.
Anak-anakku, seperti yang telah kamu ketahui, kita tidak memiliki
kekuatan apa pun atas segala sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup
kita. Kecuali Allah menginginkannya, kita tak akan dapat hidup di
bumi ini. Karenanya, setiap saat kita harus ingat bahwa Allah adalah
Pencipta segala sesuatu dan kita harus selalu bersyukur kepada-Nya.
Kita telah mempelajari menguapnya air di bumi, bagaimana awan terbentuk
dan menjadi hujan. Sekarang, bagaimana kalau kita mempelajari bagaimana
hujan turun ke bumi sesuai dengan ukurannya?
UKURAN AIR HUJAN
Hujan turun ke bumi dalam jumlah tertentu. Jumlah
ini hanya diketahui dengan penelitian mutakhir. Perhitungan menyebutkan
bahwa 16 juta ton air menguap setiap dua detik. Dalam satu tahun,
jumlah ini menjadi 505 trilyun ton. Sekali lagi, setiap tahun, 505
trilyun ton hujan jatuh ke bumi. Karena hujan memiliki siklus, maka
jumlah ini selalu sama dari tahun ke tahun. Fakta ini, yang baru
saja di temukan oleh ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an
1,400 abad yang lalu:
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar
(yang diperlukan) (Surat az-Zukhruf: 11)

Setiap
tahun rata-rata 505 trilyun to air jatuh ke bumi. Jumlah ini
tidak berubah dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan contoh
nyata bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan
dan ukuran yang tepat.
|
Anak-anakku sayang! Menaruik sekali ketika tahu bahwa
Allah menentukan jumlah air yang ia turunkan dari langit, sebagaimana
hasil penemuan bahwa jumlah itu selalu sama setiap tahun. Di sini,
hubungannya nampak jelas.
Penguapan dan kondensasi dari seluruh jumlah air yang disebutkan
di atas, yang dinamakan “siklus air”, memelihara kesinambungan
hidup di muka bumi. Pemeliharaan takaran ini secara buatan/tiruan
adalah mustahil, meskipun semua teknologi mutakhir dikerahkan untuk
itu.
Perubahan sedikit saja dalam siklus air akan menyebabkan ketidakstabilan
di alam dalam waktu singkat, yang berarti akhir dari kehidupan.
Bagaimana pun, hal itu tak akan pernah terjadi; permukaan bumi selalu
menerima hujan dalam jumlah yang sama. Allah “menurunkan hujan
dari langit menurut kadar yang diperlukan …”
Kamu kini harus mengerti bahwa Allah mengendalikan jumlah air hujan
yang harus turun. Sebaliknya, bagaimana mungkin jumlah air hujan
yang sama turun ke bumi sepanjang tahun? Hal ini tidak mungkin terjadi
secara kebetulan. Allah adalah Tuhan semesta alam, dan segala sesuatu
terjadi atas kehendak-Nya.
Kini kita akan memperhatikan hal yang sangat
menarik, yaitu pelangi.
Pelangi yang Berwarna-warni
Tentu kamu pernah melihat pelangi paling tidak sekali
dalam hidupmu. Jika belum, mungkin pernah melihat gambar pelangi
di buku atau televisi. Pelangi sangat mengagumkan, karena warna
dan bentuknya yang mempesona. Pernahkah kamu berpikir bagaimana
ia muncul? Jika belum, kami akan menjelaskannya padamu.
Pelangi
terbentuk ketika sinar matahari yang terpisah-pisah dalam
tujuh warna berbeda melewati sekumpulan air hujan. Jika diamati
dari langit, pelangi berbentuk lingkaran, akan tetapi kita
hanya dapat melihat setengahnya saja.
|
Pelangi kadang-kadang muncul ketika matahari menampakkan
diri setelah hujan. Ada sebuah pita melelngkung terdiri atas tujuh
warna. Pelangi nampak seperti mahkota dan sangat mengesankan.
Pelangi sebenarnya adalah tipuan cahaya. Ia merupakan warna dasar
sinar matahari. Sesungguhnya, warna sinar matahari terdiri dari
banyak warna. Warna-warna yang berasal dari matahari ini dinamakan
spektrum. Warna dasar spektrum ini yaitu merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nila dan ungu. Warna putih sinar matahari terjadi jika
ketujuh warna ini bercampur. Ketika sinar matahari melalui sekumpulan
air hujan, warna-warna pembentuknya muncul. Hal ini karena air membiaskan
atau memisah warna didalam sinar. Warna-warna tersebut dipisahkan
oleh sekumpulan air hujan pada sudut yang berbeda.
Apakah hal ini nampak rumit? Jika demikian, ambillah sebuah gelas
kristal, dan sorotkan cahaya yang kuat melaluinya. Di sini, gelas
diumpamakan sebagai hujan. Lihatlah, ketika gelas dilalui sebuah
cahaya kuat, nampak pelangi kecil di dinding.
Ketika kita membicarakan pelangi, kita selalu melihatnya berbentuk
setengah lingkaran. Bagaimanapun, hal itu tidak benar, karena pelangi
sesungguhnya berbentuk lingkaran. Namun, tidak mungkin mengamati
keseluruhan lingkaran ini dari darat. Karena itulah, kita selalu
melihat pelangi setengah lingkaran. Hanya dari pesawat udara kita
dapat melihat pelangi sebagai suatu lingkaran.
Pusat
lingkaran pelangi selalu berlawanan dengan matahari. Ketika matahari
meninggi, pelangi pun bergerak meninggi untuk menyamakan ketinggian
matahari.
Tuhan kita menciptakan pelangi berwarna-warni dan mempesona secara
khusus agar kita mendapatkan kesenangan dari keindahan Bumi, dan
merenungkan kekuatan dan kekayaan-Nya. Allah memiliki kekuatan untuk
menciptakan keindahan yang tiada ternilai. Karena itu, hal itu tidak
mengejutkan kita tetapi semakin membuat kita menghormati Allah dengan
lebih baik dan makin bersyukur kepada-Nya.
Kini, kita akan memusatkan perhatian pada pesona lainnya. Sekarang,
kita akan mencermati sebuah benda langit kecil, bulan, yang cantiknya
mengagumkan di kala malam hari.
Bulan yang Menerangi Gelapnya Malam
Bulan menyerupai batu bundar yang sangat besar dan
berputar mengelilingi bumi. Pada malam hari, saat langit tak berawan,
bulan bercahaya terang benderang di puncak kegelapan. Bulan bukanlah
sumber cahaya yang sesungguhnya. Bulan memantulkan cahaya matahari
seperti cermin. Sifat bulan yang seperti ini disebutkan dalam Al
Qur’an:

Maha
Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan
Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya (Surat
al-Furqan: 61)
Kita selalu melihat sisi yang sama pada bulan karena
bulan berotasi terhadap dirinya sendiri dan terhadap bumi setiap
dua puluh sembilan hari. Karena periode rotasi keduanya sama, maka
kita melihat permukaan bulan yang sama.
Ketika kita menatap langit di malam hari, bulan kadang-kadang nampak
bundar penuh, kadang-kadang berbentuk setengan lingkaran. Karena
bulan berotasi mengelilingi bumi, permukaan yang bercahaya bentuknya
berbeda-beda.
Bumi
dan bulan saling tarik-menarik, namun gaya gravitasi bumi enam kali
lebih besar daripada bulan. Walaupun demikian, gravitasi bulan mempengaruhi
bumi, dan menyebabkan air laut mengalami pasang surut. Perubahan
yang teratur terjadi pada ketinggian permukaan air laut. Jika gaya
tarik gravitasi bulan lebih kuat, ketinggian air akan meningkat
dan menurun perlahan-lahan. Dengan demikian, daerah pantai lautan
dan samudera akan tergenangi air secara teratur.
Namun, selama pasang, air selalu naik sampai tingkat tertentu karena
Allahkita telah “menyetel” gaya gravitasi bulan dan
bumi sedemikian rupa untuk melindungi kita dari bencana.
SIANG-MALAM dan MUSIM-MUSIM
Bumi
condong terhadap sumbunya sebesar 23° 27'. Jika sudut
ini tidak ada, maka tak akan ada musim di bumi ini.
|
Selama berotasi pada sumbunya, bumi agak miring terhadap
orbitnya. Inilah yang menyebabkan terjadinya empat musim: musim
semi, panas, gugur, dan musim dingin.
Jika Allah berkehendak, bisa saja bumi kita lurus terhadap orbitnya.
Dan tak akan ada musim. Suhu udara akan sama di seluruh penjuru
bumi. Mulai dari makanan yang kita makan hingga udara yang kita
hirup, gaya hidup serta lingkungan kita, semuanya akan berubah.
Anak-anak, pernahkah kamu berpikir mengapa ada siang dan malam?
Ruang angkasa benar-benar gelap. Namun bumi, yang juga berada di
ruang angkasa, memiliki perubahan siang dan malam. Di pagi hari,
kita bangun untuk menyongsong cahaya matahari, tapi ketika malam
datang, hari menjadi gelap. Baiklah, bagaimana kamu berpikir bumi
kita menjadi terang di pagi hari.
Seperti halnya bumi kita yang bergerak sepanjang orbitnya, ia juga
berputar terhadap dirinya sendiri. Karena semua putaran itu maka
sisi yang menghadap matahari menjadi terang.
Tidak seperti bumi kita, Uranus berotasi terhadap sisinya, seolah-olah
planet tersebut “terjatuh”. Hal ini menyebabkan planet
tersebut “menggelinding” mengelilingi matahari seperti
sebuah bejana. Garis Khatulistiwa Uranus kemiringannya mencapai
980 terhadap orbitnya, sehingga kutubnya hampir menghadap ke matahari
selama separuh orbitnya. Uranus memerlukan waktu 84 tahun bumi untuk
mengitari matahari! Karena itu, selama beberapa tahun pada suatu
waktu, tiap kutub terus menerus menerima cahaya matahari atau terus-menerus
dalam gelap.
Apa jadinya jika salah satu sisi bumi selalu siang dan sisi yang
lain selalu malam? Jika terjadi demikian, orang tidak akan memiliki
waktu khusus untuk tidur. Setiap orang akan tidur atau terjaga pada
waktu yang benar-benar berbeda. Akan ada “kebingungan”
luar biasa dalam hubungan antar manusia.
Seorang
pengembara yang bergerak terus menerus pada kecepatan tertentu
ke arah Barat dengan sebuah pesawat selalu berada di siang
hari karena Matahari tak pernah tenggelam. Jika Bumi tidak
berotasi pada sumbunya, kita tak akan pernah melihat malam
hari, sama seperti pengembara di dalam pesawat itu.
|
Marilah kita bayangkan jika kita hanya memiliki
siang hari: dapatkah kita tidur nyenyak? Di samping itu, kita tak
akan pernah melihat bulan dan bintang-bintang yang hanya nampak
di kegelapan malam.
Kemungkinan lain, apa yang terjadi bila kita selalu dalam gelap?
Yang pertama, kita tidak akan pernah bisa melihat matahari, langit
biru, atau hal-hal indah lainnya yang hanya bisa kita saksikan pada
siang hari. Tak seorang pun tahu akan menjadi bagaimana jam tidur
dan jadwal sekolah kita. Kita akan pergi ke sekolah dalam kegelapan
malam dan istirahat dalam gelap pula.
Dan yang lebih penting adalah tumbuh-tumbuhan yang butuh siang dan
malam untuk hidup akan hilang dengan segera. Alhasil, hal ini berarti
berakhirlah kehidupan.
Walau demikian, Tuhan kita telah menciptakan malam dan siang hari
untuk mempermudah hidup kita. Dengan menciptakan malam dan siang
hari, Dia telah menjadikan hidup kita teratur. Alasan diciptakannya
malam dan siang dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Dialah
yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk
istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Surat
al-Furqan: 47)
Perhatikanlah bahwa setiap hari penemuan baru selalu
dibuat. Akan tetapi, tak satu pun dari hal-hal tadi yang tidak diawali
oleh sesuatu: itu semua diilhami oleh benda dan makhluk yang telah
ada di alam sebelumnya. Penemuan yang mana yang dapat membuat bumi
berotasi terhadap dirinya dan menyebabkan terjadinya siang dan malam?
Tak satu pun, bukan? Hanya Tuhan, Sang Pencipta langit, bumi beserta
segala sesuatu diantara keduanya yang menyempurnakannya.
Camkan selalu dalam pikiranmu bahwa hanya Allah yang menciptakan
malam dan siang. Dia dengan mudah dapat merubahnya. Dan hidup kita
akan berada dalam kekacauan. Lagi pula, kita tidak akan membahas
hal ini lebih lanjut. Dalam Al Qur’an, Allah memberitakan
bahwa jika Allah berkehendak, Dia dapat dengan mudah memperpanjang
malam atau siang hari.
…Jika
Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat,
siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan sinar terang kepadamu?...
(Surat al-Qasas: 71)
…Jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai
hari kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan
malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya?... (Surat al-Qasas:
72)
Ayat ini menjelaskan bahwa baik malam maupun siang
tidak akan pernah terjadi tanpa kehendak Allah. Alam semesta ini
dan segala sesuatu di dalamnya adalah kepunyaan Allah, Sang Pencipta.
Anak-anak yang baik, janganlah lupakan bahwa Allah yang Maha Perkasa
telah menciptakan kamu dengan segala sesuatu yang dapat kamu ketahui
dan bayangkan.
KESIMPULAN
Anak-anakku sayang, ini adalah akhir perjalanan
kita menjelajahi ruang angkasa. Selama perjalanan, kamu menyaksikan
keajaiban penciptaan alam semesta dan melihat bahwa dengan kesimbangan
yang dimilikinya, bumi menjadi planet yang khusus diciptakan untuk
kita di alam semesta. Sekarang, secara singkat mari kita tinjau
kembali apa yang telah kita bahas dalam buku ini. Bumi kita terletak
di ruang angkasa yang tenang, dingin, dan tidak ada kehidupan. Jika
kita bandingkan alam semesta dengan sebuah gurun pasir yang sangat
luas dan terpencil, maka tidak berlebihan untuk mengumpamakan bumi
kita sebagai sebuah istana di gurun pasir ini.
Istana
ini melindungi kita dari badai gurun pasir dan panas menyengat,
dan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. Seperti halnya
istana di gurun pasir, bumi adalah istana di antariksa. Seperti
layaknya pesawat ruang angkasa yang berjalan mengarungi antariksa,
ia melindungi kita dari benturan dengan bahaya di ruang angkasa.
Di sini, terdapat banyak sekali hal: air, udara, dan segala sesuatu
yang kita butuhkan. Sebuah istana tak mungkin terjadi dengan sendirinya
secara spontan. Hal ini juga berlaku pada planet kita. Adalah nyata
bahwasannya bumi merupakan sebuah pertanda penciptaan yang agung.
Dan lagi, jutaan kesetimbangan yang rumit, selain dari
yang telah kamu pelajari dalam buku ini, ada di alam semesta. Apa
yang telah kita lihat di sini sebenarnya membuktikan bahwa alam
semesta atau pun bumi tidak terjadi melalui rangkaian aneka kebetulan
yang bertahap.

Sekali lagi, semua ini memperlihatkan kenyataan. Allah, Pemilik
Kekuatan yang tak terbatas dan Yang Maha Kuasa, telah menciptakan
alam semesta, bintang, planet, gunung dan laut dengan sempurna,
serta menghidupkan manusia dan makhluk lainnya. Ciptaan Allah yang
sempurna ini digambarkan dalam Al Qur’an:
Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya, ataukah
langit? Allah telah membinanya. Dia meninggikan bangunannya lalu
menyempurnakannya. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan
menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
Ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh. (semua itu) kesenanganmu
dan untuk binatang-binatang ternakmu. (Surat an-Nazi'at: 27-33)
Anak-anak yang baik! Camkan selalu dalam pikiranmu
bahwa Allah menciptakan kamu dengan segala yang kamu miliki. Semuanya
adalah berkah dari Allah. Sadarilah kenyataan ini, sadarilah akan
rahmat Allah yang ada padamu, dan bersyukurlah pada Allah atas itu
semua.
Mereka menjawab, “Maha
Suci Kamu,
tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Kamu ajarkan kepada
kami;
sesungguhnya Kamulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Surat al-Baqara: 32)