WILUJENG SUMPING..

DUH

Tampilkan postingan dengan label SUNDA BA GEUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUNDA BA GEUR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Pupuh Sunda

17_pupuh Sunda
Pupuh merupakan karya sastra berbentuk puisi yang termasuk bagian dari sastra Sunda. Pupuh itu terikat oleh patokan (aturan) pupuh berupa guru wilangan, guru lagu, dan watek. Guru wilangan adalah jumlah engang (suku kata) tiap padalisan (larik/baris). Guru lagu adalah sora panungtung (bunyi vokal akhir) tiap padalisan. Sedangkan watek adalah karakteristik isi pupuh.

Terdapat 17 jenis pupuh yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu: Sekar Ageung (4 jenis pupuh) dan Sekar Alit (13 jenis pupuh). Pupuh sekar ageung dapat dinyanyikan (ditembangkeun) dengan menggunakan lebih dari satu jenis lagu, sedangkan pupuh sekar alit hanya bisa dinyanyikan dengan satu jenis lagu.

Setiap pada (bait) ke-17 jenis memiliki jumlah padalisan yang berbeda, begitu pun dengan patokan pupuh berupa guru wilangan, guru lagu, dan watek-nya pun berbeda. Di bawah selengkapnya bisa dilihat perbedaannya:

Sekar Ageung
1. Kinanti [unduh]
Watek:
Menggambarkan perasaan sedang menanti (nungguan), khawatir (deudeupeun), atau rasa sayang (kanyaah).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-u, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i

2. Sinom [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa gembira (gumbira) atau rasa sayang (kadeudeuh).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12-a

3. Asmarandana [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa asmara (kabirahian), cinta kasih (deudeuh asih), atau rasa sayang (nyaah).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-i, 8-a, 8-é/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a

4. Dangdanggula [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa kedamaian (katengtreman), keindahan (kawaasan), keagungan (kaagungan), atau kegembiraan (kagumbiraan).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 10-a, 8-é/o, 7-u, 9-i, 7-a, 6-u, 8-a, 12-i, 7-a


Sekar Alit
5. Pucung [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek) terhadap diri sendiri, atau benci (keuheul) karena tidak setuju hati.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-u, 6-a, 8-é/o, 12-a

6. Wirangrong [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa malu (kawiwirangan), malu oleh perilaku sendiri.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-i, 8-o, 8-u, 8-i, 8-a, 8-a

7. Maskumambang [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa kesedihan (kanalangsaan), sedih dengan sakit hati.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-i, 6-a, 8-i, 8a

8. Ladrang [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa lelucon (banyol) dengan maksud menyindir (nyindiran)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 4-a (2x), 8-i, 12-a

9. Balakbak [unduh]
Watek:
Menggambarkan lelucon (heureuy) atau komedi (banyol).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
15-é, 15é, 15-é

10. Magatru [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa sedih, penyesalan (handeueul) oleh perilaku sendiri, atau menasehati (mapatahan).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o

11. Lambang [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa lelucon (banyol) tetapi banyol yang mengandung hal yang harus dipikirkan.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-a, 8-a, 8-a

12. Jurudemung [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa bingung, susah dengan apa yang harus dilakukan (pilakueun).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i

13. Gurisa [unduh]
Watek:
Menggambarkan orang yang sedang melamun (ngalamun) atau melamun kosong (malaweung)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a

14. Gambuh [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa sedih (kasedih), susah (kasusah), atau sakit hati (kanyeri).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
7-u, 10-u, 12-i, 8-u, 8-o

15. Mijil [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa bersedih (kasedih) tetapi dengan penuh harapan.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 6-o, 10-é, 10-i, 6-i, 6-u

16. Pangkur [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek) yang tersimpan dalam hati atau menghadapi tugas yang berat.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i

17. Durma [unduh]
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek), besar hati (gedé haté), atau semangat (sumanget)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-a, 7-i, 6-a, 7-a, 8-i, 5-a, 7-i

Ngaran Kekembangan

Bahasa Sunda sangat kaya dengan keanekaragaman kata. Bisa kita jumpai dari nama kekembangan (bunga). Nama kembang disini bukan dari jenis tanaman hias yang biasa terlihat di pot atau halaman rumah. Tapi nama kekembangan atau bunganya dari tumbuhan-tumbuhan seperti: sayuran, palawija, buah-buahan, bahkan bunga dari tumbuhan/pohon yang tumbuh liar di hutan.

Berikut dibwah ini nama-namanya:

Kembang koneng = unyang unyeng
Kembang surawung
(kemangi)= solasih
Kembang boled
(ubi jalar)= atela
Kembang laja = jamotrot
Kembang bawang = ulated
Kembang waluh (
labu) = alewoh
Kembang awi
(bambu)= eumbreuh
Kembang pare
(padi)= ringsang
Kembang eurih = ancul
Kembang tiwu
(tebu) = badaus
Kembang jambu aer (air
) = lenyap
Kembang jambu batu = karuk
Kembang jengkol = merekenyenyen
Kembang tangkil
(melinjo) = uceng.
Kembang kadu
(durian) = olohok
Kembang muncang
(kemiri) = rinduy
Kembang jarak = uing
Kembang leunca = pengit
Kembang cengek
(cabe rawit) = mencenges
Kembang honje = comrang
Kembang bako
(tembakau) = bosongot
Kembang jambe = mayang
Kembang salak: sedek/gojod
Kembang kelewih
(sejenis sukun) = beled
Kembang kaso = ciriwis
Kembang genjer = gelenye
Kembang jeruk = angkruk
Kembang jati = janiti
Kembang cau
(pisang)= jangtung
Kembang peuteuy
(petey)= pendul
Kembang jotang = puncung
Kembang bolang = ancul
Kembang lopang = cacas
Kembang kalapa
(kelapa) = suligar
Kembang sampeu
(ketela) = dingdet
Kembang taleus (
talas) = ancal
Kembang limus = seleksek
Kembang kawung
(enau, aren) = pengis