Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI adalah
panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, sebelum
panitia ini terbentuk, sebelumnya telah berdiri BPUPKI namun karena dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan, maka Jepang membubarkannya dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) (独立準備委員会 Dokuritsu Junbi Inkai , lit. Komite Persiapan Kemerdekaan) pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno[
Senin, 16 April 2012
Kamis, 05 April 2012
5 Votes
Dan tampaklah juga oleh kami adanya sekelompok rombongan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi kota Bandung, yang juga hendak melakukan perjalanan menembus lebatnya hutan SANCANG guna melakukan observasi pengamatan berbagai jenis satwa dan burung-burung yang berhabitat di kawasan hutan cagar alam tersebut. Sambil menyantap mie instan hangat pembangkit semangat, kami pun berbincang hangat dengan warga sekitar perihal keberadaan kawasan hutan LEUWEUNG SANCANG tersebut. Dan menurut keterangan yang kami peroleh dari warga sekitar, bahwa jarak antara tempat kami beristirahat itu dengan tepi pantai LEUWEUNG SANCANG yang kami tuju itu, masihlah sekitar 5 Km lagi. Dengan mengambil rute jalur setapak selebar 1 m yang sudah ada dari sejak dahulu kala. Sejenak kami tertegun untuk memutuskan apakah malam ini juga kami memasuki lebatnya hutan tersebut menuju garis pantai, atau kami terpaksa harus sabar menanti datangnya esok pagi…?
Seperti yang di lakukan oleh sekelompok mahasiswa Bandung itu, yang mana mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju garis pantai di ke esokan harinya, mengingat gelap dan lebatnya kawasan hutan yang juga masih di anggap keramat oleh sebagian masyarakat Jawa – Barat itu.Waktu pun merambat pelan bersama hembusan asap tebal sebatang rokok yang sejak tadi akrab bagaikan kawan, di saat hening sunyi mencekam. Dan seakan tak sabar menanti datangnya sebuah keputusan, kami pun spontan memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan malam itu juga ke bibir pantai, dengan berbagai resiko yang siap menghadang di depan, tanpa jasa penunjuk jalan. Entah apa yang membuat kami senekad itu di tengah medan hutan yang tak pernah kami kenal, namun terasa akrab dalam keyakinan. Ringkik suara kuda-kuda besi kami pun kembali terdengar dan mereka pun seolah tak sabar untuk secepatnya menjelajah gelapnya hutan LEUWEUNG SANCANG yang terkenal lebat sekaligus menyeramkan.
Dan perlahan namun pasti kami pun sudah berada di punggung kuda besi kami masing-masing serta siap membelah malam dengan mata lampu-lampu kuda besi kami menyala terang lurus kedepan. Satu -persatu kami pun mulai memasuki gelapnya kawasan hutan, sementara tepat di atas kami nampak berterbangan ribuan Kalelawar / Kalong berukuran besar membentuk formasi terbang menuju tempat di mana mereka biasa mencari makan di kala malam. Memang ada sedikit kekhawatiran di antara kami, kalau saja kami berpapasan dengan seekor Macan atau para binatang buas yang siap menerkam. Dan juga menurut informasi dari petugas Jagawana kawasan cagar alam setempat, bahwa di hutan lindung ini hidup berbagai jenis satwa langka yang sangat di lindungi seperti : Banteng Jawa, Macan Tutul, Kera Owa Jawa, Rusa, Babi Hutan, Harimau Kumbang serta berbagai Jenis Burung. Yang sudah barang tentu bisa saja kita jumpai secara tidak sengaja di tengah-tengah perjalanan kita menuju bibir pantai.
Terutama di tengah aktifitas mereka mencari makan di waktu malam. Namun sekali lagi semua itu seolah tak terfikirkan, bahkan semua itu seakan terkalahkan oleh rasa penasaran akan keindahan tepi pantai LEUWEUNG SANCANG.Turunan, tanjakan serta kelokan demi kelokan telah kami lewati. Sementara pohon-pohon besar jenis kayu Meranti bak raksasa hutan dan juga berbagai jenis tanaman Bakau yang di sebut kayu Kaboa pun seolah tak sabar menunggu untuk kami telusuri. Semakin kedalam maka semakin rapat dan rimbunlah deretan pepohonan, dan sampai detik itu pula kami pun belumlah mendengar suara debur ombak, sebagai penanda bahwa bibir pantai sudahlah dekat dan perjalanan kami pun tidaklah sesat. Di tengah keraguan dan bayang kekhawatiran kami pun coba bertahan untuk terus bergerak susuri jalan dengan penuh kehati-hatian. Puluhan ranting pohon tumbang yang terkadang menghalangi jalan, dengan sabar pun telah kami singkirkan sambil terus berharap agar secepatnya kami dapat segera keluar dari cengkraman kegelapan kawasan hutan LEUWEUNG SANCANG. Tak ada seorang manusia pun kami temui di tengah perjalanan, yang ada hanyalah kegelapan malam dan lebatnya pepohonan., secercah bias cahaya terang angkasa di antara rimbunnya pepohonan. Dan berangsur-angsur samar terdengar suara deburan ombak Laut Selatan, yang seakan ramah berucap Salam : ”… SELAMAT DATANG KAWAN….di Tepian Pantai Selatan Leuweung Sancang Nan Indah lagi Menawan…”
Wisata Candi Cangkuang
Situ Cangkuang.

Merupakan situ terluas di Garut, dengan luas sekitar 124 Ha. Berjarak sekitar 14 Km dari kota Garut melewati jalan yang diapit sawah yang luas. Anda bisa mengelilingi situ ini dengan menggunakan rakit bambu milik masyarakat pariwisata setempat sambil menikmati segarnya udara pegunungan.
Candi Cangkuang.

Satu-satunya candi Hindu paling lengkap yang telah direstorasi di Jawa Barat peninggalan abad ke VII terletak di sebuah pulau di tengah danau / situ Cangkuang, dimana terdapat pula enam buah rumah adat yang dinamakan Kampung Pulo. Dengan rakit bambu anda menyebrangi Situ Cangkuang yang ditumbuhi teratai untuk mencapai Candi dan kampung Pulo. Dengan melewati sawah sejauh mata memandang , lokasinya hanya 16 Km dari Garut kota, atau sekitar 45 Km dari kota Bandung.

Merupakan situ terluas di Garut, dengan luas sekitar 124 Ha. Berjarak sekitar 14 Km dari kota Garut melewati jalan yang diapit sawah yang luas. Anda bisa mengelilingi situ ini dengan menggunakan rakit bambu milik masyarakat pariwisata setempat sambil menikmati segarnya udara pegunungan.
Candi Cangkuang.

Satu-satunya candi Hindu paling lengkap yang telah direstorasi di Jawa Barat peninggalan abad ke VII terletak di sebuah pulau di tengah danau / situ Cangkuang, dimana terdapat pula enam buah rumah adat yang dinamakan Kampung Pulo. Dengan rakit bambu anda menyebrangi Situ Cangkuang yang ditumbuhi teratai untuk mencapai Candi dan kampung Pulo. Dengan melewati sawah sejauh mata memandang , lokasinya hanya 16 Km dari Garut kota, atau sekitar 45 Km dari kota Bandung.
LINGKUNGAN HIDUP
OBJEK WISATA PANTAI SAYANG HEULANG GARUT
Pantai
Sayang Heulang adalah objek wisata alam yang terletak di Desa
Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, dengan temperatur antara 17 ?C - 28
?C, penyinaran matahari di sekitar pantai terik, dan kekuatan tiupan
angin cukup besar. Konfigurasi umum lahan berupa dataran dengan
kemiringan curam pada daerah sekitar pantai dan stabilitas tanah yang
baik. Kondisi perairan berwarna berwarna hijau kebiru-biruan dengan bau
normal, temperatur normal, rata-rata tinggi gelombang 2 - 3 meter.
Kemiringan dasar laut curam dengan
palung Jaut di sekitar pantai. Panjang pantai lebih dari 2 km dan lebar
tepi pantai kurang dari 50 m dengan material pesisir pantai berupa
hamparan pasir halus yang berwarna putih bersih. Tingkat abrasi di
pantai tersebut dapat dikatakan tinggi yang dilihat dari bentukan
pesisir pantai berjenjang antara daerah pesisir pantai dengan area
fasilitas. Kualitas lingkungan dan kebersihan sekitar pantai dapat
dikatakan baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi pesisir yang masih
bersih. Status kepemilikan berada ditangan Polisi Air dan Udara, pada
waktu-waktu tertentu pantai tersebut dijadikan tempat latihan tentara.
Pantai Sayang Heulang ini memiliki batas administrasi bebagai berikut:
Utara: Desa Jatimulya
Barat: Desa Pamalayan
Selataan: Samudra indonesia
Timur : Desa Manddtakasth
Di sekitar lingkungan kawasan
objek wisata ini terdapat reruntuhan bangunan, dan kios-kios yang
kondisinya kurang baik sehingga mengurangi kualitas lingkungan pantai.
Di pantai ini juga terdapat fasilitas olahraga berupa lapangan voli
yang kondisinya cukup baik, tempat penyewaan, 1 buah musholla dan
fasilitas transportasi menuju kawasan.
sumber : garut kab
KATA MUTIARA
KATA - KATA INSPIRASI UNTUK GURU DAN ORANG TUA
Mendidik anak-anak kita bukan berarti mengajarkan kepada mereka sekumpulan ilmu pengetahuan semata.
Lebih penting lagi, mendidik berarti mengajarkan kepada anak-anak kita sejak usia dini, kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang akan menjadi ajang hidup mereka nantinya.
Dan ini berarti menanamkan keingintahuan dan rasa cinta belajar seumur hidup, kreativitas, keberanian mengemukakan pendapat dan berekspresi, serta penghargaan akan segala bentuk perbedaan (antar manusia).
~ H
er Majesty Queen Rania Al Abdullah of Jordan ~
If they do not come to us from strong, healthy, functioning families, it makes our job more important.
Sebagai seorang guru (pendidik), bila murid-murid kita berasal dari keluarga yang harmonis dan bahagia, maka tugas kita akan semakin mudah.
Tetapi bila murid kita TIDAK berasal dari keluarga yang harmonis dan bahagia, maka tugas kita menjadi semakin PENTING.
(Walau lebih mudah mendidik anak-anak yang "sudah baik", tetapi tugas pendidik yang sejati adalah mendidik mereka yang masih "mencari jalannya" ini.
~ B
arbara Colorose ~
Guru atau pendidik memiliki pengaruh yang luar biasa, tidak ada batasnya. Tidak ada yang bisa mengatakan di mana pengaruh seorang yang mendidik dengan baik (atau tidak baik) ini berhenti.
(Semua yang dilakukan manusia bisa jadi merupakan hasil dari pengaruh atau didikan orang yang mendidiknya dulu, sedikit atau banyak.)
~ H
enry Brooks Adams ~
Mendidik bukanlah sebuah seni atau ketrampilan yang semakin menghilang, masih banyak orang yang mampu melakukannya sampai sekarang. Cuma masalahnya, semakin banyak orang yang kehilangan penghargaan akan peran sangat penting yang satu ini.
~ J
acques Barzun ~
Orang yang bisa membuat semua hal yang sulit menjadi mudah dipahami, yang rumit menjadi mudah dimengerti, atau atau yang sukar menjadi mudah dilakukan, itulah pendidik yang sejati.
~ R
alph Waldo Emerson ~
Siswa tidak peduli betapa pintarnya seorang guru, yang mereka pedulikan adalah apakah guru tersebut juga peduli terhadap dirinya.
~ A
nonymous ~
Anak-anak itu mirip adonan semen basah. Apapun yang jatuh ke atasnya, meninggalkan bekas, yang kalau tidak segera dihaluskan kembali, bekas tersebut akan mengeras selamanya.
~ H
aim Ginott ~
Indikasi bahwa seseorang bisa disebut guru (pendidik) yang hebat bukanlah pada kemampuannya mengajarkan murid untuk pintar menjawab semua jenis pertanyaan, tetapi pada kemampuannya menginspirasi murid agar mengajukan pertanyaan yang dia sendirinya kesulitan untuk menjawabnya.
(Dengan kata lain, bila guru mengajar agar murid bisa sama pintarnya dengan dia, itu biasa saja. Guru yang bagus adalah yang bisa mendidik muridnya agar jauh lebih pintar dan lebih kritis daripada dirinya sendiri.)
~ A
lice Wellington Rollins (1910-1997) ~
Mengajarkan murid agar bisa berhitung itu bagus, tetapi yang terbaik dan paling penting adalah mengajarkan mereka tentang hal-hal yang tidak bisa dihitung nilainya (sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini, seperti prinsip dan kode etik hidup, kebaikan, nilai moral, pengabdian, dsb.).
~ B
ob Talbert ~
Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya. Tetapi guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya.
~ W
illiam A. Ward ~
Pendidikan bukanlah seperti mengisi ember yang kosong. Kepala murid-murid kita bukanlah seperti ember kosong yang boleh seenaknya kita isi apa saja.
Pendidikan adalah seperti menyalakan api yang telah atau hampir padam.
(Dengan kata lain, ketika kita mendidik seorang anak, kita harus menyadari bahwa si anak sudah membawa "bekal" mereka masing-masing di dalam pikiran mereka. Mereka sudah memiliki pandangan dan latar belakang pengetahuan dari pengalaman hidup mereka sebelumnya, dan ini harus dihargai guru. Tidak boleh sembarangan mengisi kepala si anak.
Pendidikan yang benar adalah yang bisa memanfaatkan "bekal" si anak ini dengan baik sehingga semakin berkembang maksimal, seperti api yang dinyalakan kembali.)
~ W
illiam Butler Yeats ~
Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut.
Artinya, ilmu pengetahuan dan kemampuan hidup berkembang terus. Jika fakta ini tidak kita pahami dan lalu ajarkan pada murid kita, maka kita tidak mempersiapkan mereka dengan baik untuk menghadapi tantangan masa depan yang jelas berbeda dari masa sekarang.
~ J
ohn Dewey ~
Menjadi pendidik, (atau guru, baik formal atau non-formal) adalah satu-satunya profesi yang menciptakan segala macam jenis profesi lainnya.
~ U
nknown ~
Adalah suatu kemampuan luar biasa dalam diri guru bila ia mampu menggugah rasa cinta anak didiknya akan daya cipta kreatif dan ilmu pengetahuan.
~ A
lbert Einstein ~
Seorang anak tidak bisa dididik oleh orang yang membencinya dan dia juga tidak bisa dibohongi.
Dengan kata lain, seseorang yang tidak dengan tulus peduli pada si anak tidak akan mungkin bisa mendidiknya meskipun di luarnya dia pura-pura peduli. Ketulusan mendidik dengan baik datang dari hati.
~ J
ames Baldwin ~
Pendidikan bukanlah untuk mengubah siswa, atau menghibur mereka dengan pelajaran yang menyenangkan. Juga bukan untuk menciptakan teknisi-teknisi yang ahli di bidangnya.
Pendidikan adalah untuk menantang siswa agar selalu berpikir kritis dan ingin tahu. Pendidikan adalah juga untuk membuka wawasan, menumbuhkan rasa cinta belajar, serta mengajar anak didik untuk berpikir dengan benar, sebisa mungkin.
~ R
obert M. Hutchins ~
Bila seorang anak tidak bisa belajar dari cara kita mengajarkan sesuatu kepadanya, mungkin kitalah yang harus mengubah cara mengajar kita agar sesuai dengan cara belajar mereka.
~ I
gnacio 'Nacho' Estrada ~
Yang membentuk kepribadian kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Karena itu, kesempurnaan tidaklah dicapai dengan sebuah tindakan sekali saja, tetapi oleh serangkaian kebiasaan baik yang kita lakukan berulang kali.
~ A
ristotle ~
Biasanya, guru/para pendidik lainnya, mendidik lebih banyak dengan contoh nyata yang mereka lakukan sendiri dari pada apa yang cuma mereka ceramahkan.
Ini adalah fakta bahwa murid meneladani tindakan nyata bukan kata-kata.
~ U
nknown ~
Jangan pernah lakukan untuk siswa/anak didik Anda apapun yang mereka mampu melakukannya sendiri. Karena kalau ini Anda lakukan, Anda akan menjadikan mereka orang-orang yang "lumpuh" dalam pendidikan.
~ H
oward Hendricks ~
Demikian koleksi kata mutiara inspirasional yang dipersembahkan khusus untuk para pendidik di luar sana, para guru dan semua orang tua, untuk Anda semua.
Ingatlah, dengan mendidik Anda menciptakan perbedaan dalam kehidupan seseorang. Sungguh mulia bila perbedaan yang tercipta berbentuk kesuksesan total dalam hidup mereka.
Teruslah berjuang demi dunia yang lebih baik, demi generasi penerus yang lebih sukses.
ACKNOWLEDGMENT: Semua foto dan kata mutiara luar biasa ini saya sadur dari sebuah artikel di sebuah Jurnal Pendidikan www.theapple.com. Silahkan kunjungi link tersebut untuk lebih banyak lagi materi inspirasional dalam dunia pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)